
UKDW Selenggarakan Diseminasi Doktor: Inovasi dari Kampus untuk Hidup yang Lebih Baik
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-63, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar kegiatan Diseminasi Doktor pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para dosen UKDW lintas disiplin ilmu untuk membagikan hasil penelitian doktoral mereka kepada publik, sekaligus mempererat kolaborasi akademik dengan dosen dari Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Acara ini merupakan bentuk nyata komitmen UKDW dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset UKDW, Dr. Rosa Delima, S.Kom., M.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis UKDW. “Meski menjadi agenda tahunan, diseminasi ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah sarana penting untuk memperkenalkan hasil-hasil riset dari dosen UKDW maupun universitas mitra kepada civitas academica dan masyarakat. Harapannya, diseminasi ini bisa menjadi pemicu munculnya inovasi di bidang penelitian, memperkuat kolaborasi antarprodi, serta menjadi motivasi dan rujukan bagi dosen yang sedang menempuh studi S3 atau calon doktor,” jelas Dr. Rosa.
Sebanyak tujuh narasumber doktor memaparkan hasil penelitiannya dalam kegiatan ini, mencerminkan keragaman topik dari bidang bidang kesehatan, pariwisata, teknologi, humaniora, arsitektur, hingga kecerdasan buatan.
Dr. dr. Arum Krismi, M.Sc., Sp.DVE dari Fakultas Kedokteran UKDW memaparkan penelitiannya terkait “Solusi Inovatif untuk Kulit Gatal Kronis”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan lotion kesehatan berbahan aktif provitamin D3 bagi penderita gagal ginjal yang mengalami gatal kronis. “Keluhan gatal yang sering diabaikan dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan gangguan tidur kronis. Dalam jangka panjang, hal ini memperberat perjalanan penyakit dan bahkan dapat menurunkan harapan hidup,” ungkap Dr. Arum.
Sementara itu, Dr. dr. Yanti Ivana Suryanto, M.Sc. dari Fakultas Kedokteran UKDW mengangkat topik “Spiritualitas dan Ketahanan Stres Anak Muda”. Ia menyoroti pentingnya pendekatan spiritual, seperti praktik ibadat Taizé, dalam membangun ketahanan psikologis (resiliensi) generasi muda. “Spiritualitas merupakan salah satu komponen penting yang dapat meningkatkan kemampuan individu untuk bangkit kembali dari tekanan atau masalah berat, tanpa mengalami dampak mental yang merugikan,” jelasnya. Ia juga berharap temuan ini dapat menjadi alternatif solusi dalam upaya meningkatkan resiliensi anak muda, di tengah maraknya isu kesehatan mental saat ini.
Dari UNDHIRA Bali, Dr. Sidhi Bayu Turker turut mempresentasikan gagasan bertajuk “Berlibur Sambil Peduli: Voluntourism sebagai Inovasi Pariwisata Sosial”. Ia menawarkan konsep wisata sosial yang menggabungkan aktivitas berlibur dengan aksi sosial di lokasi wisata. “Voluntourism menjadi kekuatan baru dalam pariwisata alternatif yang memberikan dampak positif, baik sosial maupun ekonomi, serta membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.
Dr. Umi Proboyekti, S.Kom., MILS dari Fakultas Teknologi Informasi UKDW meneliti bagaimana pengguna internet, baik ahli maupun non-ahli, mengevaluasi informasi di situs web. Ia mengidentifikasi empat faktor kunci yang memengaruhi kepercayaan terhadap informasi daring, yaitu clarity (kejelasan bahasa), likeability (daya tarik atau seberapa disukai informasi), informativeness (tingkat relevansi dan manfaat), dan credibility (kredibilitas sumber). Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital dalam menyaring informasi secara kritis di tengah derasnya arus konten online.
Dr. Adaninggar Septi Subekti, S.Pd., M.Sc. dari Fakultas Kependidikan dan Humaniora UKDW mengangkat topik “Bahasa Inggris untuk Indonesia dan Dunia” yang menyoroti konsep Global Englishes. Ia menjelaskan bahwa yang terpenting dalam penggunaan Bahasa Inggris global bukanlah standar baku, melainkan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas meskipun dengan aksen lokal. Menurutnya, persepsi diri memainkan peran penting dalam proses belajar. Kesadaran bahwa tidak ada satu bentuk baku yang absolut dapat membantu pelajar merasa lebih percaya diri dan efektif dalam berkomunikasi lintas budaya.
Dr. Ir. Mahatmanto, M.T. dari Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW memaparkan penelitian sejarah bertajuk “Membangun Profesi, Membangun Bangsa: Institusionalisasi Profesi Arsitek di Indonesia, 1854–1942”. Ia menelusuri perjalanan awal profesi arsitek dan perannya di Indonesia pada masa kolonial. Ia juga mengulas tantangan yang dihadapi arsitek muda saat ini dalam menghadapi konteks sosial dan ekonomi modern.
Radius Tanone, Ph.D. dari UKSW Salatiga menyampaikan topik “Optimalisasi dalam Kecerdasan Buatan: Inovasi dengan Pendekatan Hybrid”. Ia menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat pascapandemi dan mulai diterapkan di berbagai bidang. Radius menyoroti pentingnya pendekatan hybrid dalam pengembangan AI, khususnya dengan penggunaan algoritma canggih seperti attention mechanism, yang memungkinkan sistem AI bekerja secara lebih efisien dan kontekstual.
Kegiatan Diseminasi Doktor UKDW 2025 tidak hanya menjadi ruang akademik untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga menguatkan peran universitas sebagai agen perubahan yang relevan dengan kebutuhan zaman. UKDW berkomitmen untuk terus memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan ilmu yang membumi, membawa perubahan, dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat. Karena inovasi tidak selalu harus berupa teknologi canggih, terkadang justru berawal dari empati, kepedulian, dan keberanian untuk melihat kebutuhan manusia secara utuh. [mpk]








