
Dosen Fakultas Teologi UKDW Ditunjuk sebagai Steering Committee NICMCR, Perkuat Jejaring Internasional


Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali memperkuat kiprahnya dalam kerja sama internasional melalui penunjukan Pdt. August Corneles Tamawiwy, M.S.T., dosen Fakultas Teologi UKDW, sebagai Steering Committee Representative dalam jaringan internasional Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations (NICMCR).
Penunjukan tersebut diresmikan dalam Annual Meeting NICMCR yang berlangsung di Kampus UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 3–4 Juni 2026. Pdt. Neles menggantikan Pdt. Prof. Robert Setio, Ph.D., Dekan Fakultas Teologi UKDW, salah satu co-founder yang juga telah mewakili UKDW sejak konsorsium ini berdiri pada tahun 2010.
NICMCR merupakan konsorsium internasional yang dibentuk UKDW bersama Kerk in Actie Belanda untuk memperkuat dialog dan kerja sama Muslim-Kristen di Indonesia dan Belanda. Melalui kolaborasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, konsorsium ini mempertemukan perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil guna merespons berbagai tantangan sosial, termasuk polarisasi berbasis agama.
Sebagai Steering Committee Representative, Pdt. Neles akan turut berperan dalam merumuskan arah program konsorsium, memperkuat kolaborasi antaranggota, serta mengembangkan agenda dialog antaragama yang menjadi fokus utama NICMCR.
Dalam pertemuan tahunan kali ini, para peserta mengangkat tema krisis lingkungan global sebagai isu bersama yang membutuhkan respons lintas agama. Akademisi dan pemimpin agama dari Indonesia maupun Belanda berdiskusi mengenai kontribusi komunitas iman dalam menghadapi tantangan ekologis yang semakin mendesak.
Pdt. Neles menyampaikan bahwa penunjukan tersebut merupakan amanah besar sekaligus tanggung jawab untuk melanjutkan kontribusi yang telah dibangun para pendahulunya.
“Saya menyadari sepenuhnya kontribusi besar yang telah diberikan Pak Robert selama ini. Beliau bukan hanya perwakilan UKDW, tetapi juga salah satu pendiri konsorsium sejak tahun 2010. Ketika diminta melanjutkan peran tersebut, saya bahkan sempat bertanya kembali karena saya akan menjadi anggota Steering Committee termuda di dalam konsorsium ini,” ujarnya.
Keterlibatan Pdt. Neles dalam NICMCR bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia aktif dalam berbagai kegiatan konsorsium, termasuk menjadi ketua panitia lokal pada penyelenggaraan 8th Interfaith Dialogue Conference. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan peran strategis UKDW dalam jejaring internasional tersebut.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk meneruskan visi dan semangat yang telah dibangun oleh para pendiri konsorsium.
“Tantangan global saat ini menuntut kita bergerak melampaui dialog normatif. NICMCR adalah konsorsium milik bersama, di mana setiap partisipan dari berbagai komunitas Muslim dan Kristen di Indonesia dan Belanda memegang tanggung jawab setara dalam merawat jejaring interreligius ini. Melalui kerja kelompok ahli (pokja) di sektor pendidikan, gender, dan ekologi, komitmen kolektif ini kita optimalkan untuk menghasilkan pengetahuan berbasis praktik. Bersama-sama, kita eratkan relasi Muslim-Kristen di Indonesia dan Belanda menjadi semangat kolaboratif demi mewujudkan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
Penunjukan dosen Fakultas Teologi UKDW sebagai Steering Committee NICMCR menjadi bukti nyata komitmen UKDW dalam memperkuat kerja sama internasional dan dialog antaragama. Melalui partisipasi aktif dalam konsorsium ini, UKDW terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kolaborasi lintas negara untuk menjawab berbagai tantangan global. [mpk]



