
Jelang Terjun ke Masyarakat, LPPM UKDW Gelar Pembekalan KKN Tahap 2
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar pembekalan tahap kedua bagi mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu (30/5/2026) di Auditorium Koinonia UKDW. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta KKN dari berbagai skema program sebagai bagian dari persiapan sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKDW, Dr. Freddy Marihot Rotua Nainggolan, S.T., M.T., IAI., menjelaskan bahwa pembekalan tahap kedua memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan pembekalan sebelumnya. Jika pada pembekalan tahap pertama materi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis KKN, maka pada tahap kedua seluruh peserta mendapatkan materi yang bersifat umum dan penting bagi semua mahasiswa.
“Pada pembekalan kedua ini, semua peserta KKN kita satukan karena topik yang dibahas merupakan hal-hal mendasar yang penting bagi seluruh mahasiswa, apa pun jenis KKN yang mereka ikuti,” ujarnya.
Pembekalan kali ini berfokus pada penguatan karakter, etika, serta kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan yang beragam. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Dermawan Waruwu, S.Th., M.Si., dosen Program Studi Humanitas UKDW, yang membahas etika komunikasi dalam masyarakat multikultural. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya, nilai, dan latar belakang masyarakat yang akan mereka temui selama menjalankan KKN.
Selanjutnya, Rahardhian Galang dari Sumur Creative membawakan materi mengenai kreativitas dan dampak media sosial. Dalam era digital saat ini, mahasiswa perlu memahami tanggung jawab dalam memproduksi dan membagikan konten di media sosial, termasuk saat mendokumentasikan berbagai kegiatan KKN di lapangan.
Sementara itu, Pdt. Nani Minarni, S.Si., M.Hum., dari Lembaga Pelayanan Kerohanian, Konseling, dan Spiritualitas (LPKKS) UKDW, membawakan materi tentang self-awareness atau kesadaran diri. Materi ini membantu mahasiswa mengenali karakter, potensi, dan respons diri sehingga mampu membangun relasi yang sehat serta menghadapi berbagai dinamika selama proses pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Dr. Freddy, pengalaman pelaksanaan KKN selama ini menunjukkan bahwa etika menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam keberhasilan program. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki bekal tidak hanya dari sisi akademik dan teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, serta memahami diri sendiri.
“Beberapa pengalaman KKN menunjukkan bahwa kita harus terus mengingat bahwa etika itu penting. Karena mahasiswa akan berinteraksi dengan banyak pihak dan berada dalam konteks masyarakat yang beragam,” ungkapnya.
Setelah sesi pembekalan, para mahasiswa bertemu dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing untuk mendapatkan arahan awal terkait pelaksanaan program. Tim KKN juga telah menyiapkan ruang bagi setiap kelompok untuk berdiskusi dan melakukan koordinasi bersama pembimbing.
LPPM UKDW berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian pembekalan secara penuh, meskipun pada hari yang sama sebagian mahasiswa masih memiliki kewajiban akademik seperti presentasi atau kegiatan perkuliahan lainnya. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menjalankan KKN dengan menjunjung tinggi etika, memiliki kesadaran diri yang baik, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan tempat mereka mengabdi. [mpk]







