
Fakultas Teologi UKDW dan UEM Gelar Pelatihan Trauma Healing bagi Fasilitator Komunitas di Asia
Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerja sama dengan United Evangelical Mission (UEM) menyelenggarakan program Trauma Healing Training for Community Facilitators di Yogyakarta. Program ini diikuti 14 peserta dari Indonesia, Filipina, dan Sri Lanka yang berasal dari kalangan pendeta, akademisi, serta praktisi gereja dan lembaga mitra UEM.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pendampingan penyintas trauma, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Program berlangsung dalam tiga tahap, yaitu 18 Oktober–17 November 2025, 13 April–8 Mei 2026, dan 28 September–16 Oktober 2026.
Sebagai persekutuan gereja yang mencakup wilayah Jerman, Afrika, dan Asia, UEM menginisiasi program ini untuk memperkuat kapasitas para pelayan dan fasilitator komunitas dalam merespons berbagai situasi krisis dan trauma.
Penanggung jawab program dari UKDW, Pdt. Paulus S. Widjaja, MAPS., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan.
“Peserta dibekali kemampuan untuk mengenali trauma dan memberikan pertolongan pertama kepada penyintas dalam konteks pelayanan gereja maupun lembaga gerejawi,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan pengajar dari Fakultas Teologi UKDW bersama akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri. Materi disusun secara holistik dan kontekstual dengan mengintegrasikan perspektif teologi, spiritualitas, psikologi, psikiatri, traumatologi, serta berbagai isu sosial yang relevan di kawasan Asia.
Kepala Departemen Diakonia Internasional UEM, Pdt. Godwin D. Ampony, menegaskan bahwa program ini menerapkan pendekatan multidisipliner dalam proses pemulihan trauma. Selain menggabungkan dukungan psikososial, pendampingan spiritual, dan pendampingan komunitas, program ini juga mendorong pembelajaran lintas budaya serta kerja sama ekumenis antaranggota UEM dan lembaga mitra di Asia.
Manfaat pelatihan dirasakan langsung oleh para peserta. Pdt. Callum R. Tabada dari The United Church of Christ in the Philippines (UCCP) menilai pelatihan ini akan membantu gerejanya mendampingi jemaat yang terdampak bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia.
Sementara itu, Diak. Derselli P. Silitonga dari Sekolah Tinggi Diakones HKBP mengaku memperoleh wawasan baru sekaligus dorongan untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian dan empati dalam pelayanan sehari-hari.
Melalui perpaduan teori dan praktik, program Trauma Healing Training for Community Facilitators diharapkan melahirkan fasilitator yang mampu mendampingi penyintas trauma secara holistik serta memberikan dampak positif bagi komunitas yang mereka layani di berbagai negara Asia. [pemberian]




