
UKDW Perkuat Kerja Sama Internasional dengan CPU USA melalui Program Joint Ph.D.
Sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan California Prestige University (CPU) USA, Fakultas Teologi UKDW menerima kunjungan Rev. Hongsok Lee selaku perwakilan CPU pada Selasa, 26 Mei 2026. Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat dikembangkan kedua institusi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang 4 UKDW; Pdt. Prof. Robert Setio, Ph.D selaku Dekan Fakultas Teologi; Pdt. Handi Hadiwitanto, Ph.D selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teologi; Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D selaku Kaprodi Program Doktor Teologi; serta Pdt. Jeniffer Fresy Porielly Pelupessy-Wowor, M.A selaku Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW.
Salah satu fokus utama diskusi ialah peluang penyelenggaraan Joint Ph.D Program antara UKDW dan CPU. Program doktor bersama ini menyasar pastor dan misionaris Korea yang telah memiliki gelar master dan sedang melayani di Indonesia, dosen perguruan tinggi yang ingin melanjutkan studi doktoral, hingga pemimpin gereja Indonesia yang ingin memperdalam pendidikan teologi.
Selain itu, program ini juga dirancang bagi pastor Korea yang baru datang ke Indonesia dan sedang mempelajari bahasa Indonesia. Melalui program tersebut, kedua institusi berharap dapat menghadirkan pendidikan teologi yang lebih inklusif dan lintas budaya.
Dalam pembahasannya, kedua pihak merancang sistem pembelajaran hybrid melalui sesi intensif tatap muka di UKDW dan pembelajaran daring secara trilingual menggunakan bahasa Inggris, Korea, dan Indonesia. CPU juga menawarkan dukungan teknologi pembelajaran berbasis artificial intelligence (AI) untuk menunjang proses belajar mengajar.
Menanggapi rencana tersebut, Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D menekankan pentingnya memastikan kesesuaian program dengan regulasi dan aturan akreditasi di Amerika Serikat. Menurutnya, UKDW terbuka terhadap kerja sama ini, namun seluruh proses perlu mengikuti ketentuan yang berlaku agar kerja sama dapat berjalan secara saling menguntungkan.
Selain Joint Ph.D Program, UKDW dan CPU juga membahas peluang kerja sama lain seperti student exchange program, faculty exchange program, dan joint research projects. Diskusi turut mencakup ministry cooperation berupa kolaborasi pelayanan praktis antara gereja-gereja mitra UKDW dengan pastor maupun misionaris Korea.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jejaring internasional UKDW, khususnya melalui koneksi dengan institusi mitra di Korea Selatan seperti Presbyterian University and Theological Seminary (PUTS), Seoul Women’s University, dan Soongsil University.
Dalam kesempatan tersebut, Rev. Hongsok Lee menilai pengembangan kerja sama tidak hanya penting di bidang akademik, tetapi juga dalam penguatan relasi budaya. Salah satu peluang yang dinilai potensial ialah pengembangan program bahasa dan budaya Korea di UKDW yang dapat terhubung dengan program promosi budaya dari pemerintah Korea Selatan.
Menutup diskusi, Pdt. Handi Hadiwitanto, Ph.D menyampaikan beberapa program yang dapat segera ditindaklanjuti oleh kedua institusi. Salah satunya ialah penyelenggaraan joint lectures yang diampu bersama oleh dosen UKDW dan CPU serta dapat diikuti mahasiswa dari kedua universitas. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang penyelenggaraan kuliah umum bersama.
“Joint degree program sangat mungkin untuk dilaksanakan, walaupun mungkin belum bisa direalisasikan tahun ini. Program ini nantinya dapat menjadi wadah bagi para pastor dan misionaris Korea yang berada di Indonesia,” ungkap Pdt. Handi.
Sebagai penutup, Rev. Lee menegaskan bahwa kerja sama akademik perlu diimbangi dengan program-program yang memberikan dampak nyata bagi gereja dan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional kedua institusi. [ai]




