
Delegasi UKDW Ikuti AACM 2026, Perkuat Budaya Kepedulian bagi Mahasiswa
dok. Payap University, Thailand
Perwakilan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengikuti Asian Academy for Campus Ministry (AACM) 2026 yang diselenggarakan oleh United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA) di Payap University, Chiang Mai, Thailand, pada 3–10 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema Mental Health, Spiritual Development, and Ministry as a Calling ini mempertemukan sekitar 30 kapelan, pendeta, rohaniwan, dan staf pelayanan kampus dari 13 negara di Asia.
UKDW diwakili oleh Adham Khrisna Satria, M.A. dari Lembaga Pelayanan Kerohanian, Konseling, dan Spiritualitas (LPKKSK). Selain itu, UBCHEA juga mempercayakan peran strategis kepada Pdt. Stefanus Christian Haryono, Ph.D. (Dosen Fakultas Teologi) sebagai pembicara utama sekaligus moderator diskusi panel, serta Pdt. Nani Minarni, S.Si., M.Hum. (Ketua LPKKSK) sebagai fasilitator kelompok kerja.
Selama program berlangsung, peserta mendiskusikan berbagai pendekatan untuk membangun Culture of Care atau budaya kepedulian di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu sesi yang paling berkesan adalah workshop The Edge of His Cloak: Healing through Drama and Movement yang difasilitasi Dorothy Wong dari Dream of Tomorrow (DOT).
Melalui pendekatan teater dan gerak tubuh, peserta diajak memahami pentingnya kesehatan mental, kesadaran diri, dan empati dalam pelayanan mahasiswa. Workshop tersebut menekankan bahwa pendamping mahasiswa perlu terlebih dahulu mengenali dan mengelola pengalaman serta pergumulan pribadinya agar mampu menjadi pendamping yang lebih peka dan efektif.
Pembahasan tentang kesehatan mental juga berlanjut dalam penyusunan rencana aksi kelompok. Peserta dari berbagai negara sepakat bahwa pelayanan kampus perlu bergerak dari pendekatan yang hanya berfokus pada penanganan krisis menuju upaya yang lebih preventif dan berkelanjutan dengan menyasar akar permasalahan yang dihadapi mahasiswa.
Dalam diskusi tersebut, Adham Khrisna memperkenalkan Guardian Angel Project, program pendampingan mahasiswa yang dikembangkan oleh LPKKSK UKDW. Program yang dirintis oleh Pdt. Nani Minarni sejak 2016 ini mempertemukan mahasiswa dalam pasangan pendamping yang saling mendukung melalui pertemuan rutin selama satu semester.
“Saya bersyukur dapat memperkenalkan Guardian Angel Project sebagai bagian dari pendekatan peer-to-peer support yang kami kembangkan bersama. Program ini membantu mahasiswa membangun rasa memiliki, saling mendukung, dan bertumbuh bersama,” ujar Adham.
Selain mengikuti berbagai sesi akademik dan reflektif, peserta juga menjalani ziarah budaya dan spiritual di Chiang Mai. Mereka mengunjungi Wat Phra That Doi Suthep, Wat Pha Lat, serta The First Church Chiang Mai untuk mempelajari sejarah, nilai budaya, dan praktik spiritual yang berkembang di masyarakat setempat.
Bagi Adham, pengalaman tersebut memberikan wawasan baru tentang pentingnya membangun pelayanan mahasiswa yang holistik, mengintegrasikan aspek spiritual, psikologis, sosial, dan budaya.
Sepulang dari AACM 2026, LPKKSK UKDW berkomitmen mengembangkan berbagai pembelajaran yang diperoleh selama program. Melalui kolaborasi divisi Pengembangan Spiritual, Konseling, Pelayanan Kreatif, dan Pelayanan Sosial, UKDW akan memperkuat pendekatan pendampingan mahasiswa berbasis kesehatan mental, kreativitas, spiritualitas, dan jejaring komunitas.
“Kami berharap dapat terus menumbuhkan budaya kepedulian yang nyata di lingkungan kampus sehingga mahasiswa memperoleh dukungan yang utuh untuk bertumbuh secara akademik, emosional, spiritual, dan sosial,” tutupnya. [Adham]
Tag:AACM, Campus Ministry, UBCHEA, ukdw





