
Centrino Gelar Kuliah Umum Bersama CEO Wangi Lab
Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Hybrid Marketing: Membangun Engagement Maksimal” pada Kamis, 25 September 2025, di Ruang Seminar Pdt. Rudi Budiman. Kegiatan ini menghadirkan Alexandra Isabel Nugroho (Abel), CEO Wangi Lab, sebagai narasumber.
Kuliah umum dipandu oleh Samuel Bagas, S.E., M.Sc. dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari Program Studi Biologi, Desain Produk, dan Manajemen, khususnya konsentrasi Entrepreneurship.
Dalam pemaparannya, Abel membagikan strategi Wangi Lab dalam mengembangkan bisnis parfum di tengah persaingan industri fragrance yang semakin ketat. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah hybrid marketing, yaitu menggabungkan pendekatan pemasaran tradisional dan digital.
“Pendekatan tradisional tetap penting karena membangun kedekatan personal dan memberikan pengalaman nyata bagi konsumen,” ungkap Abel. Wangi Lab aktif menyelenggarakan workshop sertifikasi profesional maupun kelas bisnis untuk anggota The Wangi Club, serta terlibat dalam berbagai komunitas olahraga seperti padel dan lari.
Melalui aktivitas ini, konsumen dapat berinteraksi langsung dengan produk. “Komunitas memberi ruang untuk membangun trust. Orang tidak hanya membeli parfum, tetapi merasa menjadi bagian dari cerita Wangi Lab,” jelasnya.
Di sisi lain, kekuatan pemasaran digital juga dimaksimalkan melalui media sosial, platform daring, dan marketplace. Kombinasi kedua pendekatan ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun hubungan emosional dengan konsumen. Strategi ini tidak hanya meningkatkan brand awareness, tetapi juga menciptakan loyalitas pelanggan. “Produk bisa dibeli sekali, tetapi ekosistem membuat orang merasa menjadi bagian dari brand,” tambahnya.
Abel juga membagikan kisah awal berdirinya Wangi Lab, yang berangkat dari kebutuhan pribadi akan parfum yang mampu merepresentasikan identitas dirinya. Dari kebutuhan tersebut lahirlah ide menciptakan brand parfum dengan karakter unik dan sentuhan personal. Berbekal sertifikasi internasional di bidang parfum dan natural essence oil dari Korea, Abel menekankan bahwa kualitas produk selalu menjadi prioritas.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian Entrepreneurship Clinic Session (ECS) 3, program pembekalan bagi mahasiswa peserta kompetisi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025.
Menurut Andi Maesara Prakosa, S.E., M.M., selaku Project Manager Centrino, kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis dari pelaku usaha yang memiliki pengalaman dalam merintis usaha.
“Paparan Abel menjadi insight penting bagi mahasiswa. Mereka bisa belajar bagaimana mengubah kebutuhan personal menjadi peluang bisnis, serta pentingnya membangun ekosistem dan keberanian terlibat dalam komunitas,” ujarnya.
Di akhir sesi, Abel menekankan bahwa pemasaran saat ini bukan sekadar soal menjual produk, melainkan soal membangun engagement. “Konsumen kini mencari lebih dari sekadar barang. Mereka mencari identitas, komunitas, dan pengalaman. Hybrid marketing memungkinkan semua itu,” tuturnya.
Dengan strategi yang seimbang, Wangi Lab berhasil menjadikan parfum bukan hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga bagian dari gaya hidup. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran modern menuntut kreativitas dan inovasi.
Kepala Centrino, dr. Haryo Dimasto Kristiyanto, S.S., M.Sc., menyampaikan bahwa kuliah umum bersama praktisi seperti Abel tidak hanya berbagi kisah sukses, tetapi juga memberikan inspirasi tentang perjalanan wirausaha yang menuntut ketekunan, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan ide bisnis, tidak hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga membangun nilai,” ungkapnya.
Centrino berharap kuliah umum serupa dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, sehingga perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga generasi muda yang siap menciptakan lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan. [amp]





