Studi-Ekskursi Tambah Wawasan tentang Desain Produk
[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.19.17″][et_pb_row _builder_version=”3.19.17″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.19.17″][et_pb_text _builder_version=”3.19.17″]
Belum lama ini, delapan mahasiswa dari Program Studi Desain Produk yang berasal dari berbagai angkatan mengikuti Studi-Ekskursi yang diadakan oleh Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Tujuan diadakannya program ini adalah untuk memperluas wawasan dan referensi mahasiswa Desain Produk dalam mendesain, khususnya di desain furniture. Studi-Ekskursi dilaksanakan di Jakarta dengan destinasi yakni IFEX (International Furniture Expo) di Jakarta International Expo Kemayoran, IDDC (Indonesia Design Development Center), IKEA Alam Sutera, dan TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Studi-Ekskursi ini dilaksanakan mulai dari tanggal 8 hingga 11 Maret 2023.
Pada hari pertama, para peserta Studi-Ekskursi mengunjungi IDDC. IDDC merupakan pusat pengembangan desain Indonesia dibawah Kementrian Perdagangan yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas serta nilai jual produk desain lokal. Lebih jauh lagi, ada juga program untuk membimbing para calon eksportir tentang sistematika dan teknik dalam mengekspor produknya, tentu saja bimbingan dilaksanakan setelah seleksi atas kualitas dan kelayakan produk calon eksportir tersebut. Program lain yang diadakan oleh IDDC diantaranya adalah Design Clinic, Designers Dispatch Service, dan Good Design Indonesia. Design Clinic merupakan layanan bebas biaya yang berupa konsultasi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan nilai jual produknya melalui kualitas desain. Designers Dispatch Service, lebih kearah layanan dalam bentuk bimbingan kepada pelaku usaha untuk membuat prototipe untuk pasar ekspor taylormade. Sedangkan untuk Good Design Indonesia lebih berupa award untuk mengapresiasi karya desain terbaik Indonesia. Secara umum, selama di IDDC, peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana cara mengelevasi nilai jual suatu produk melalui potensi yang dimiliki seperti kekayaan material, kemampuan desain yang baik, dan memahami produk apa yang dikehendaki untuk dimiliki dan/atau digunakan oleh calon buyer.
Perjalanan peserta dilanjutkan ke IKEA Alam Sutera di hari yang sama. Seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat umum, IKEA menjual perabot rumah tangga, furniture, serta peralatan kantor. Kekuatan dari IKEA ada pada kekuatan desainnya yang estetis dan beberapa diantaranya out of the box dari segi morfologi. Selain itu peserta juga belajar seputar finishing dan penggunaan material serta cara desainer menciptakan produk yang ergonomis namun juga hemat tempat. Referensi-referensi tersebut kedepannya akan relevan dengan kegiatan di Lab. Perancangan. Malam harinya, peserta Studi-Ekskursi melakukan kegiatan temu alumni dengan beberapa alumni Desain Produk UKDW yang sudah meniti karir di ibukota. Para alumni menyimpulkan bahwa dimanapun mereka akan ditempatkan, ilmu desain produk akan selalu relevan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. Baik jika kita memilih untuk meniti jalan entrepreneurship ataupun bekerja dalam korporasi di bidang apapun, meskipun diluar desain, ilmu yang pernah dipelajari akan selalu relevan karena design adalah satu bidang yang fleksibel dan memiliki relevansi tinggi di kehidupan.
Pada hari selanjutnya, peserta studi-ekskursi mengunjungi IFEX. Mereka terkesan akan luas dan besarnya gedung-gedung yang digunakan untuk pameran baik dari segi kualitas desain, kualitas bahan, teknik produksi, serta finishing yang sangat baik serta rapih dari pemilik usaha dan peserta pameran. Total ada empat gedung yang digunakan untuk pameran. Produk yang dipamerkan tentu saja sesuai tajuk pameran, didominasi oleh furniture dari material beragam seperti kayu, rotan, bambu, recycled root, logam, dan lainnya. Namun, juga ada produk lain seperti produk ornamental, perabotan rumah tangga, serta produk kriya dari bahan dan teknik beragam pula. Bagi Rhenald, salah satu peserta studi-ekskursi, kunjungan ke IFEX berperan besar dalam hal referensial. “Referensi yang saya dapat seperti bentuk desain, teknik produksi, jointing yang digunakan, finishing, dan materi apa yang digunakan oleh produsen. Namun, diluar hal-hal teknis perancangan tersebut, tentu banyak hal yang bisa didapat dari kunjungan ke IFEX, diantaranya teknik penataan produk dalam pameran, relasi dengan beberapa pihak pemilik atau pengelola usaha, dan sebagainya,” ucapnya.
Destinasi peserta selanjutnya adalah TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Sesuai namanya, di dalam TMII terdapat banyak bangunan yang merepresentasikan keberagaman Indonesia seperti bangunan keagamaan berbagai agama dan rumah adat berbagai daerah. Serta ada kolam atau danau dengan pulau-pulau buatan menyerupai kepulauan Indonesia yang dapat dinikmati pemandangannya dari atas dengan menaiki gondola. Para peserta sangat terkesan dengan kegiatan studi-ekskursi yang diikuti, mereka dapat belajar lebih tentang keberagaman kultur dan arsitektural di Indonesia. [rt]
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]



