
Seminar Pendidikan Pancasila UKDW Hadirkan Bang Jack, Ajak Mahasiswa Perkuat Nilai Kebangsaan
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menghadirkan aktivis perdamaian sekaligus mantan narapidana kasus terorisme, Joko Triharmanto atau Bang Jack, dalam Seminar Pendidikan Pancasila bertema “Tantangan Kaum Muda Menanamkan, Menguatkan, dan Melestarikan Pancasila” yang digelar pada hari Sabtu, 30 Mei 2026 di Auditorium Koinonia. Kegiatan yang menjadi penutup Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini mengajak mahasiswa memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan sikap kritis dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Melalui seminar tersebut, UKDW memberikan ruang pembelajaran yang kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Selain memperkaya pemahaman akademik, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, keberagaman, dan perdamaian di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Bang Jack membagikan pengalaman hidupnya saat terpapar paham radikal hingga akhirnya terlibat dalam jaringan terorisme yang berkaitan dengan pelaku Bom Bali I pada tahun 2002. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya berawal dari paparan informasi dan rekaman konflik bernuansa agama yang memicu kemarahan serta mendorongnya menerima ideologi ekstrem tanpa sikap kritis.
Menurut Bang Jack, radikalisme dapat berkembang ketika seseorang hanya menerima satu sudut pandang dan tidak memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara bijak. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar terus mengembangkan pola pikir kritis serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Ketika seseorang hanya menerima satu sudut pandang tanpa berpikir kritis, ia menjadi lebih mudah dipengaruhi oleh ideologi yang mengarah pada kekerasan,” ujarnya di hadapan mahasiswa UKDW.
Bang Jack juga menceritakan proses panjang yang ia jalani setelah menjalani hukuman penjara selama enam tahun. Perubahan cara pandang yang dialaminya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui refleksi mendalam, dukungan keluarga, dan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam proses transformasi dirinya. Dukungan orang tua dan istri membantunya memahami dampak dari tindakan masa lalu sekaligus mendorongnya untuk menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Kini, Bang Jack aktif menjadi pembicara dalam berbagai forum kebangsaan, pendidikan karakter, dan deradikalisasi. Melalui kisah hidupnya, ia mengajak mahasiswa untuk menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital.
Seminar Pendidikan Pancasila ini menjadi salah satu wujud komitmen UKDW dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman, UKDW terus mendorong mahasiswa menjadi agen perdamaian yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran UKDW sebagai perguruan tinggi yang aktif menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan keberagaman kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan di masa depan. [moses]





