
Belajar dari SLB Yaketunis dan Pertuni DIY, Mahasiswa UKDW Simulasikan Mobilitas Tunanetra di Ruang Publik
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) melalui program KKN Tematik Inklusif #4 menggelar workshop Pelatihan Orientasi dan Mobilitas Dasar Teknik Pendamping Awas pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus UKDW dan Galeria Mall Yogyakarta ini merupakan hasil kolaborasi dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Yaketunis dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DIY. Sebanyak 67 mahasiswa peserta KKN Tematik Inklusif dan mahasiswa peserta mata kuliah Desain Produk Inklusif (DPI) UKDW mengikuti pelatihan tersebut.
Workshop ini menjadi bagian dari pembekalan bagi mahasiswa yang menjalankan program pengabdian di SLB Negeri Pembina Yogyakarta selama Maret hingga Juni 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik pendampingan bagi penyandang tunanetra, tetapi juga memahami pentingnya membangun lingkungan yang inklusif dan aksesibel bagi semua.
Koordinator KKN Tematik Inklusif UKDW, Winta Tridhatu Satwikasanti, S.Ds., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan sehari-hari komunitas tunanetra sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam berinteraksi dan memberikan pendampingan yang tepat.
“Pengalaman ini diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang ramah disabilitas serta menyusun kampanye advokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Kepala SLB Yaketunis, Ambarsih, S.Pd., dan Ketua Pertuni DIY, Dwi Nugroho, A.Md., hadir sebagai narasumber sekaligus mentor dalam pelatihan ini. Keduanya memperkenalkan teknik dasar menjadi pendamping awas yang aman dan nyaman bagi teman-teman tunanetra.
Setelah mendapatkan materi di dalam ruangan, peserta langsung mempraktikkan teknik orientasi dan mobilitas di Atrium Agape UKDW. Dalam simulasi tersebut, mahasiswa bekerja secara berpasangan. Satu peserta berperan sebagai tunanetra dengan mengenakan penutup mata, sementara peserta lainnya bertugas sebagai pendamping awas. Mereka berlatih berbagai situasi yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari duduk di kursi dan sofa, membuka serta menutup pintu, menaiki dan menuruni tangga, menggunakan lift, hingga simulasi naik kendaraan bermotor dan mobil.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih nyata, mahasiswa kemudian melakukan praktik mobilitas di ruang publik. Mereka berjalan kaki menuju Galeria Mall Yogyakarta sambil mempraktikkan teknik pendampingan, menyeberang di zebra cross, serta menggunakan eskalator dan lift. Selama kegiatan berlangsung, peserta secara bergantian bertukar peran agar dapat memahami pengalaman baik sebagai pendamping maupun sebagai penyandang tunanetra. Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi makan siang tanpa bantuan visual yang menguji kemandirian dan kepekaan peserta.
Wakil Koordinator KKN Tematik Inklusif UKDW, dr. Patricia Dissy Andrea, MHPE, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Menurutnya, banyak peserta mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai tantangan yang dihadapi penyandang tunanetra dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Banyak peserta yang memberikan testimoni bahwa simulasi ini tidak hanya membekali mereka secara teknis mengenai kesiapan menjadi pendamping awas, tetapi juga menumbuhkan empati dan kewaspadaan yang jauh lebih mendalam. Mereka kini merasakan sendiri bagaimana teman-teman tunanetra menjalani kehidupan sehari-hari dan menavigasi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Melalui pengalaman langsung tersebut, para mahasiswa peserta KKN Tematik Inklusif dan mahasiswa peserta mata kuliah DPI UKDW diharapkan semakin percaya diri dalam berinteraksi secara inklusif serta memahami keberagaman potensi manusia. Bekal ini juga diharapkan mendorong lahirnya inovasi, produk, maupun sistem yang lebih aksesibel, sekaligus memperkuat upaya advokasi bagi penyandang disabilitas di masyarakat. [dissy]
Tag:desain produk, Inklusif, kkn tematik, Pertuni, ukdw, Yaketunis







