
Pameran Lux 2026, Mahasiswa Arsitektur UKDW Eksplorasi Cahaya melalui Fotografi Arsitektur
Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar pameran fotografi arsitektur bertajuk Lux 2026 pada 4–5 Juni 2026 di Atrium Agape UKDW. Pameran ini menampilkan karya mahasiswa peserta Mata Kuliah Pilihan (MKP) Fotografi Arsitektur Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang mengeksplorasi hubungan antara arsitektur, ruang, manusia, dan cahaya.
Tema Lux dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan dunia arsitektur dan fotografi. Dalam bahasa Latin, lux berarti cahaya atau sinar, khususnya cahaya yang berasal dari matahari maupun langit. Sementara itu, istilah photo dalam bahasa Yunani juga merujuk pada cahaya dan menjadi akar kata fotografi. Dalam arsitektur, cahaya memegang peran penting karena memungkinkan manusia melihat, memahami, dan mengalami ruang. Tanpa cahaya, ruang dan massa bangunan tidak dapat hadir secara utuh dalam persepsi manusia.
Berbeda dengan mata kuliah fotografi pada umumnya yang lebih menekankan aspek artistik, MKP Fotografi Arsitektur berfungsi sebagai instrumen pendukung dalam proses perancangan arsitektur. Mata kuliah ini membantu mahasiswa memperkaya referensi desain sekaligus memvisualisasikan ide-ide perancangan secara lebih konkret melalui proses observasi dan dokumentasi.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak bergantung pada peralatan fotografi profesional. Dosen justru mendorong mereka memanfaatkan perangkat sederhana, termasuk kamera ponsel. Pendekatan ini membantu mahasiswa lebih fokus mengembangkan ketajaman sudut pandang (point of view) dan kemampuan mengidentifikasi berbagai fenomena di lapangan daripada sekadar menghasilkan foto yang menarik secara visual.
Melalui berbagai materi yang dipelajari, mahasiswa mengeksplorasi beragam aspek arsitektur, mulai dari estetika bangunan, aktivitas di ruang publik, hingga fenomena alih fungsi ruang. Mereka juga mempelajari fotografi udara menggunakan drone untuk memahami hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitarnya, bagaimana sebuah bangunan dapat berdiri secara selaras dan kompak dengan bangunan lain di sekitarnya. Selain itu, mahasiswa mengenal teknik fotogrametri yang memungkinkan dokumentasi objek secara lebih presisi sebagai referensi dalam proses perancangan.
Mata kuliah ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap arsitektur melalui lima fokus pembelajaran utama. Mahasiswa tidak hanya belajar menangkap keindahan bangunan, tetapi juga mendokumentasikan aktivitas manusia di ruang publik, mengamati perubahan fungsi ruang, serta memahami keterkaitan bangunan dengan konteks lingkungannya.
Teknik fotogrametri yang diperkenalkan dalam perkuliahan juga memberikan manfaat praktis dalam studio perancangan. Melalui teknik ini, mahasiswa dapat merekam dan menganalisis detail objek secara akurat, termasuk elemen dekoratif atau bentuk tiga dimensi lainnya. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai referensi yang mendukung proses visualisasi dan pengembangan desain.
Gagasan mengenai pentingnya cahaya dalam arsitektur sejalan dengan pemikiran arsitek ternama Le Corbusier yang menyatakan, “Architecture is the masterly, correct and magnificent play of masses brought together in light.” Kutipan tersebut menegaskan bahwa arsitektur tidak hanya berfokus pada fungsi bangunan, tetapi juga pada kemampuan mengolah bentuk, ruang, dan cahaya untuk menciptakan pengalaman yang bermakna bagi penggunanya.
Dosen pengampu MKP Fotografi Arsitektur, Dr. Ir. Mahatmanto, M.T., berharap pameran seperti Lux dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, pameran menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka kepada sivitas akademika maupun masyarakat luas.
“Pameran menjadi media yang penting bagi mahasiswa untuk belajar mempresentasikan karya, membangun kepercayaan diri, dan melatih kemampuan berkomunikasi secara profesional,” ujarnya.
Mahatmanto menilai keterbatasan waktu pelaksanaan masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pameran. Karena itu, ia berharap pameran dapat digelar bertepatan dengan kegiatan Orientasi Kehidupan Akademik (OKA) pada masa mendatang. Selain memberikan ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya mahasiswa, momentum tersebut juga dapat memperkenalkan proses pembelajaran di Program Studi Arsitektur UKDW kepada mahasiswa baru dan masyarakat. [moses]
Tag:arsitektur, Fotografi, ukdw





