
Kunjungan Fakultas Teologi UKI Tomohon, UKDW Buka Peluang Kolaborasi Strategis
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menerima kunjungan kerja dari Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Tomohon pada Rabu, 20 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarperguruan tinggi Kristen di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di berbagai bidang.
Rombongan UKI Tomohon dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Ir. Sandra A. Korua, M.Si., didampingi oleh Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Teologi, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi S1 dan S2, serta dosen-dosen Fakultas Teologi.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menyambut hangat kunjungan tersebut dan memaparkan perkembangan terkini UKDW, termasuk pembangunan Kampus 2 di Sedayu yang diperuntukkan bagi pengembangan Fakultas Kedokteran. Ia juga menekankan bahwa UKDW memiliki tujuh fakultas yang terus mendorong sinergi lintas disiplin.
“Kami berharap kunjungan ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Tidak ada institusi yang bisa berjalan sendiri, kita perlu bergandengan tangan demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Rektor UKI Tomohon menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat dari UKDW dan mengungkapkan kekagumannya atas pesatnya perkembangan UKDW.
“Kami berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), khususnya dalam pengembangan bersama Fakultas Teologi,” jelasnya.
Diskusi antara kedua institusi berlangsung dinamis, membahas beragam topik strategis seperti pengembangan mutu pendidikan, kurikulum teologi kontekstual, sistem informasi akademik, pembinaan spiritual, hingga upaya internasionalisasi.
Dekan Fakultas Teologi UKDW, Pdt. Prof. Robert Setio, Ph.D., menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan di perguruan tinggi swasta serta membangun daya tarik bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi teologi. UKDW dikenal dengan pendekatan teologi yang integratif, memadukan dimensi akademik dan spiritualitas, didukung oleh pengajar dari 12 sinode gereja.
“Kami memiliki kekuatan dalam menyatukan aspek spiritualitas dan akademik. Fasilitas seperti asrama khusus mahasiswa teologi kami hadirkan untuk mendukung pembinaan karakter dan spiritualitas mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teologi UKI Tomohon, Pdt. Dr. Denny A. Tarumingi, M.Pd.K., menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, serta perlunya kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, riset bersama, dan pertukaran dosen.
Dalam bidang teknologi informasi, Dr. Parmonangan Manurung, S.T., M.T., IAI., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Informasi, dan Inovasi UKDW, mempresentasikan sistem informasi terpadu satu.ukdw.ac.id, yang telah mengintegrasikan lebih dari 30 sistem ke dalam satu platform dengan fitur single sign-on, mendukung transparansi dan efisiensi layanan. UKDW juga menyatakan kesiapan untuk membantu pengembangan sistem informasi di UKI Tomohon.
Wakil Rektor III UKI Tomohon, Pdt. Prof. Franky Tulungen, menyambut baik kemungkinan kerja sama ini dan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, khususnya dalam pengembangan teknologi informasi.
“Kami kekurangan tenaga IT untuk mengikuti perkembangan teknologi, sehingga belajar dari UKDW adalah langkah strategis ke depan,” ujarnya.
Salah satu peluang kolaborasi yang juga dibahas adalah pengembangan kelas kolaborasi internasional, seperti dijelaskan oleh Pdt. Handi Hadiwitanto, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teologi UKDW. Program ini memungkinkan pelaksanaan kelas daring bersama antara dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, khususnya pada jenjang magister dan doktoral.
Topik lainnya mencakup pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pendekatan pembinaan mahasiswa berbasis spiritualitas, riset kontekstual, dan studi lintas agama. UKDW juga membagikan pengalaman mereka dalam program pendampingan spiritual mahasiswa dan sosial immersion ke berbagai lembaga mitra di Indonesia.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen untuk merealisasikan kerja sama melalui penandatanganan dokumen formal seperti MoU, MoA, dan Implementation Agreement (IA). Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta integrasi sistem informasi.
Kunjungan kerja ini menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk sinergi antarperguruan tinggi Kristen dalam menjawab tantangan zaman, meningkatkan mutu pendidikan, serta menghadirkan teologi yang relevan dan kontekstual di Indonesia. [mpk]





