
ICRS Masuk Peringkat 61 Dunia
[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_row _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://www.ukdw.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-24-at-12.07.20.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2024-04-24 at 12.07.20″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_text _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” text_orientation=”justified” global_colors_info=”{}”]
Program Studi S3 Inter-Religious Studies yang dibangun oleh tiga universitas yaitu Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, berhasil masuk dalam peringkat 61 dunia di bidang Theology, Divinity and Religious Studies. Hal ini merupakan hasil pemeringkatan yang dirilis oleh The Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject pada tahun 2024.
Dr. Zainal Abidin Bagir selaku Direktur ICRS menyebutkan Prodi S3 Inter-Religious Studies ini merupakan bidang studi yang relatif baru di Indonesia. Prodi ini dibangun sebagai upaya kolaborasi, karena pengakuan bahwa masing-masing universitas membutuhkan bantuan sumber daya dari universitas lain untuk menjadikan program ini benar-benar lintas agama.
Kerja sama itulah yang lalu dilembagakan oleh ketiga universitas tersebut dalam konsorsium Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). Konsorsium didirikan pada tahun 2006, mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2007, dan saat ini telah memiliki 60 alumni, bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara, seperti Filipina, Thailand, Singapura, Korea, Kolombia, Amerika Serikat, Bulgaria, Mesir, dan sebagainya.
“Tanpa kolaborasi ketiga universitas tersebut, mustahil kami dapat sampai ke titik pencapaian sekarang. Aspek kolaborasi ini yang akan terus dipertahankan dan diperkuat,” kata Dr. Zainal Abidin Bagir. Kolaborasi semacam itulah yang ingin terus dikembangkan, dalam tingkat dan aspek yang berbeda-beda, dengan universitas-universitas lain, di dalam maupun luar negeri.
Prodi S3 Inter-Religious Studies menggunakan pendekatan lintas disiplin, yang mencakup ilmu-ilmu sosial, humaniora, teologi dan tafsir (hermeneutika). Studi agama-agama Islam Kristen, juga agama-agama lain, termasuk agama leluhur, dibangun dengan melihat berbagai dimensi ajaran dan praktiknya. Topik utama yang dikembangkan adalah studi sejarah agama-agama, agama dan isu-isu kontemporer, serta hermeneutika lintas agama.
Selain kegiatan belajar mengajar dalam kelas-kelas reguler, ICRS menyediakan kelas-kelas khusus untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam publikasi artikel pada jurnal-jurnal ilmiah nasional dan internasional. ICRS juga berkomitmen untuk mengedepankan dialog antaragama dan menyuarakan pesan perdamaian.
Salah satu perkembangan terakhir adalah bahwa mulai tahun 2024 ini, ICRS dan Sekolah Pascasarjana UGM akan menjadi tuan rumah untuk jurnal internasional Studies in Interreligious Dialogue, yang telah berusia 34 tahun.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]



