
OHANA Gandeng PPB UKDW sebagai Interpreter
[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_row column_structure=”1_3,1_3,1_3″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://www.ukdw.ac.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-01-at-16.42.39.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2023-12-01 at 16.42.39″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://www.ukdw.ac.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-01-at-16.42.42.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2023-12-01 at 16.42.42″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_image src=”https://www.ukdw.ac.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-01-at-16.42.48-scaled.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2023-12-01 at 16.42.48″ show_in_lightbox=”on” _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_text _builder_version=”4.22.2″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”]
Pada hari Senin, 27 November 2023 dan Selasa, 28 November 2023 bertempat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Organisasi Harapan Nusantara (OHANA) mengadakan forum diskusi untuk mempersiapkan modul trauma healing bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan para konselor. Perkumpulan OHANA adalah sebuah organisasi nirlaba yang berlokasi di Yogyakarta, Indonesia yang bekerja dalam isu-isu yang secara spesifik mencakup advokasi kebijakan, hak-hak difabel atau penyandang disabilitas dan studi-studi kebijakan yang relevan dengan perubahan kebijakan dan keadilan sosial bagi komunitas difabel. Dalam pemantapan modul tersebut, OHANA mengundang Krishanti Dharmaraj, Founder & CEO of Dignity Index Global USA, seorang aktivis hak asasi manusia yang sangat berpengalaman dalam mengadvokasi hak-hak perempuan, untuk memberikan masukan mengenai konten dan juga mengenai pengintegrasian ILO C190 di dalam modul.
Selain menyelenggarakan workshop pemantapan modul, OHANA juga bekerjasama dengan Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengusung sebuah acara talk show pada hari Kamis, 30 November 2023 di gedung Agape UKDW dengan kembali mengundang Krishanti sebagai salah satu pembicara utama. Acara talk show membahas mengenai 16 Days Campaign, kekerasan berbasis gender, hak asasi perempuan sebagai hak asasi manusia, ILO C190 dan isu-isu terkait, seperti CEDAW (Konvensi Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan) dan CRPD (Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas).
Dalam rangkaian kegiatan ini, Pusat Pelatihan Bahasa (PPB) UKDW turut berkontribusi dalam mengirimkan interpreter dalam workshop pembuatan modul dan acara talk show tersebut. Ketiga interpreter yang bertugas dalam kegiatan tersebut adalah Maria Raras Rumanti, M.A., Nadia Puri, S.S., M.A., dan Stella Maris Saraswati Mere, M.A. Tugas interpreter adalah memastikan inti pembicaraan dari semua pihak tersampaikan dengan akurat dan terstruktur. Interpreter perlu menyiapkan berbagai istilah-istilah umum terkait topik bahasan, memastikan berkonsentrasi penuh, dan mempelajari isu-isu yang berkaitan dengan pekerja perempuan (khususnya pekerja perempuan penyandang disabilitas) dan para pendamping korban kekerasan terhadap perempuan.
Dalam proses menjembatani komunikasi antara narasumber dan peserta diskusi dalam dua bahasa yang berbeda, interpreter juga berkesempatan untuk belajar hal-hal baru seperti isu-isu yang berkaitan dengan perempuan, penyandang disabilitas, kekerasan, trauma healing, relasi kuasa dalam dunia kerja, hingga proses advokasi yang rupanya masih belum berpihak pada perempuan dan penyandang disabilitas. Isu-isu tersebut nampaknya membicarakan banyak hal yang berbeda, tetapi kerap kali berada pada satu “payung” yang sama pada sebuah kasus. Keberadaan isu-isu tersebut pada “payung” yang sama tentu saja menambah kerumitan pada penyelesaian kasus, misalnya, kasus kekerasan pada perempuan penyandang disabilitas dan kasus kekerasan pada pekerja migran perempuan yang berdampak pada kondisi kecacatan fisik. Isu yang nampak sederhana seperti trauma healing pun dikupas dan dipotret secara apik, baik dari sudut pandang penyintas kekerasan maupun konselor pendamping (PPB).
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]



