
UKDW Sambut PGI: Sinergi untuk Pelayanan Gereja yang Berdampak
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menerima kunjungan dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Capacity Building PGI 2025, sekaligus tindak lanjut kerja sama strategis yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya.
Hadir dalam rombongan PGI antara lain Ketua Umum PGI, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum, alumni Fakultas Teologi UKDW, serta sejumlah anggota PGI lainnya.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menyambut hangat kunjungan ini dan menegaskan komitmen UKDW untuk terus memperkuat kerja sama dengan PGI, baik melalui kolaborasi akademik maupun dukungan teknologi informasi.
“UKDW memiliki tujuh fakultas, dan kami siap menjalin kolaborasi, baik melalui keterlibatan tenaga ahli, riset bersama, hingga penguatan tata kelola organisasi gereja. Kami juga menawarkan pemanfaatan sistem informasi UKDW untuk mendukung PGI,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini UKDW sedang mengembangkan kampus kedua di Sedayu, termasuk pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai bagian dari dukungan terhadap Fakultas Kedokteran. Dalam bidang pendidikan berkelanjutan, UKDW juga membuka peluang kerja sama melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan staf gereja melanjutkan studi secara daring.
Dekan Fakultas Teologi UKDW, Prof. Dr. Robert Setio, menjelaskan bahwa UKDW merupakan hasil penggabungan Akademi Theologia Jogjakarta dan Sekolah Theologia Bale Wiyata, Malang, dengan dukungan dari 12 gereja pendiri dari berbagai wilayah Indonesia.
“UKDW bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan bagian dari kompleks pelayanan Kristen yang mencakup rumah sakit Bethesda, sekolah menengah, dan gereja. Ini warisan yang perlu terus dijaga,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa semangat ekumenis dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kampus, dan harus terus diperkuat dalam konteks gereja masa kini.
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, mengapresiasi sambutan hangat dari UKDW dan menekankan pentingnya kunjungan lapangan sebagai cara untuk menyerap dinamika pelayanan gereja secara langsung.
“Kami melayani 105 gereja anggota, namun sering kali hubungan yang terjalin bersifat administratif. Karena itu, kami turun langsung ke wilayah agar staf PGI bisa memahami realitas pelayanan di lapangan dan menjalin koneksi yang lebih hidup,” ujarnya.
Ia mencontohkan inisiatif lokal seperti pengembangan biogas oleh GKJTU yang berhasil menjangkau Papua, sebagai bentuk pelayanan gereja yang berdampak namun kerap luput dari narasi besar ekumenis.
“Cerita seperti ini sangat penting. Kami berharap sinergi dengan UKDW bisa memperkuat peran PGI dalam menghadirkan wajah kekristenan yang relevan di tengah bangsa,” tambahnya.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Lumbantobing, yang juga merupakan alumni Fakultas Teologi UKDW, menyoroti dua isu utama yang menjadi perhatian PGI saat ini: pendidikan Kristen dan krisis lingkungan hidup.
“Sidang Raya PGI mengidentifikasi pendidikan sebagai salah satu simpul krisis. Kami mengajak UKDW untuk bersama-sama membangun kesadaran dan visi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Kristen,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan UKDW untuk menjadi tuan rumah Konsultasi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada Oktober mendatang, sebagai respons gereja terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.
Wakil Rektor IV UKDW, Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D., menambahkan bahwa kolaborasi antara PGI dan UKDW selama ini lebih banyak terfokus pada Fakultas Teologi. Namun, ke depan, kerja sama diharapkan dapat mencakup fakultas lain serta pusat-pusat studi di bawah LPPM UKDW.
“Kami membuka peluang kerja sama dalam isu kebencanaan, pengembangan sistem informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini menjadi awal baru bagi kontribusi bersama UKDW dan gereja-gereja di Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan strategis ini menegaskan pentingnya sinergi antara gereja dan perguruan tinggi Kristen dalam menghadirkan pelayanan yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat oikoumene, UKDW dan PGI berkomitmen membangun wajah kekristenan yang inklusif, kolaboratif, dan bermakna di tengah bangsa yang majemuk. [mpk]





