
UKDW dan PolyU Tutup EEE Program 2026, Hadirkan Pembelajaran Teknologi dan Pengalaman Lintas Budaya
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bersama The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) resmi menutup rangkaian Electrical and Electronic Engineering (EEE) Program 2026 melalui Closing Ceremony yang diselenggarakan di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono pada Senin (15/6/2026). Program ini menjadi wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan mahasiswa dan siswa dalam pembelajaran teknologi sekaligus pertukaran budaya.
Selama program berlangsung, mahasiswa UKDW dan PolyU terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif yang memperkenalkan teknologi secara interaktif kepada siswa sekolah-sekolah BOPKRI. Beragam aktivitas seperti Scratch Programming, proyek microcontroller, 3D Printing, DIY Workshop, hingga IT Fun Fair menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah.
Lebih dari sekadar mempelajari teknologi, program ini juga membuka ruang bagi peserta untuk saling mengenal budaya, membangun komunikasi lintas negara, serta belajar bekerja sama dalam lingkungan yang beragam. Mahasiswa PolyU tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan siswa dan masyarakat di Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Sri Sulastri, M.Pd., perwakilan Yayasan BOPKRI Yogyakarta, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara UKDW, PolyU, dan sekolah-sekolah BOPKRI. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi siswa maupun institusi pendidikan yang terlibat.
“Relasi kami dengan UKDW luar biasa. Kami berterima kasih karena sekolah-sekolah BOPKRI dilibatkan dalam proses pembelajaran mahasiswa dan program internasional seperti EEE. Para siswa juga mendapat pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa PolyU, dan kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Perwakilan PolyU, Richard Wang, menilai program ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PolyU karena memberikan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan akademik mereka sekaligus memahami budaya Indonesia secara lebih dekat.
“Kami melihat siswa-siswa di sini sangat antusias, cerdas, dan memiliki kemampuan yang baik. Program ini membuat mahasiswa PolyU belajar memahami budaya lokal, bekerja dalam tim, dan membangun komunikasi yang lebih dekat,” katanya.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari penguasaan teknologi, tetapi juga dari kemampuan peserta untuk berkolaborasi dan belajar dari perbedaan.
“Teknologi bukan hanya tentang inovasi dan keterampilan, tetapi juga tentang bagaimana kita berkolaborasi, memahami budaya lokal, dan belajar bersama orang-orang dari usia serta latar belakang yang berbeda. Pengalaman seperti ini akan sangat berharga bagi semua peserta,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama program akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global yang semakin membutuhkan kemampuan teknis sekaligus kecakapan berkomunikasi dan bekerja sama lintas budaya.
Penutupan EEE Program 2026 menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah mempertemukan teknologi, pendidikan, dan kolaborasi internasional dalam satu ruang pembelajaran. Melalui program ini, mahasiswa dan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun jejaring, persahabatan, dan pemahaman lintas budaya yang akan terus dikenang setelah program berakhir. [mpk]





