
Sosialisasi Sadar Sampah UKDW: Langkah Nyata Menuju Kampus Ramah Lingkungan

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menyelenggarakan acara Sosialisasi Sadar Sampah pada Selasa, 9 September 2025 di Auditorium Koinonia. Menjadi bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-63 Duta Wacana, acara Sosialisasi Sadar Sampah tahap 3 ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas di lingkungan UKDW. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Dr. Parmonangan Manurung, S.T., M.T., IAI., (WR 3) yang menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menyebarkan informasi dan menggerakkan aksi nyata dalam pengelolaan sampah. Dimana pengelolaan sampah yang baik adalah tanggung jawab bersama
“Mahasiswa perlu menjadi penyambung informasi dan penggerak di fakultas masing-masing. Jika kita bisa mulai dari lingkungan kampus, kita turut mengurangi beban limbah yang ada di kota ini,” ujar Dr. Parmonangan.
Materi disampaikan oleh Vira Maya Permatasari dari Paguyuban Eco Sae Migunani. Dalam paparannya, Vira menyoroti kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi Yogyakarta, salah satunya disebabkan oleh penuh dan ditutupnya TPA Piyungan.
“Sampah itu adalah bagian dari aktivitas manusia. Jika tidak dikelola dengan baik, ia akan kembali merusak kehidupan manusia itu sendiri,” jelasnya.
Vira menyampaikan bahwa selama ini, kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak memilah merupakan tantangan utama. Sampah yang tercampur sering kali dibakar, padahal hal ini dapat melepaskan zat berbahaya yang mencemari udara dan lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Vira mengajak peserta menerapkan langkah 3AH, yaitu Cegah, Pilah, dan Olah. Langkah ini mendorong setiap individu untuk mulai dari mencegah timbulnya sampah, memilah sesuai jenisnya (organik, non-organik, dan residu), hingga mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna.
Ia juga mengapresiasi langkah UKDW yang telah menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah, namun menekankan bahwa kesadaran dan kedisiplinan dari penggunanya adalah kunci utama keberhasilan program ini.
Sosialisasi ini mendapat respons positif dari para mahasiswa. Putri Elisabet, mahasiswa Program Studi Akuntansi, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah secara benar.
“Sosialisasi ini membuat saya sadar bahwa sampah bukan sekadar dibuang, tapi harus dipilah dan dikelola. Apalagi kita tinggal di kota yang sedang mengalami darurat sampah. Edukasi ini sangat penting dan sebaiknya diberikan sejak dini,” ungkap Putri.
Melalui kegiatan ini, UKDW mempertegas komitmennya untuk menjadi kampus yang peduli terhadap isu lingkungan. Seiring bertambahnya usia, UKDW tak hanya ingin menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter dan kepedulian sosial, termasuk dalam hal pelestarian lingkungan. [jonathan]



