
Peran Perempuan Pelestari Gerabah Diangkat dalam Bedah Buku Karya Dosen UKDW
Laboratorium Kerajinan dan Budaya Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar bedah buku Suatu Hari di Sambirata: Pengalaman Estetis Keseharian Bersama Perempuan Pelestari Gerabah pada Kamis, 4 Desember 2025, di Bentara Budaya Yogyakarta. Buku karya Dr. Koniherawati, dosen Program Studi Desain Produk UKDW ini, memotret kehidupan perempuan perajin gerabah di Dusun Sambirata, Purbalingga, melalui pendekatan estetika keseharian.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pegiat budaya, antara lain Dr. Koniherawati; Dr. Yustina Devi Ardhiani, dosen Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma; serta Pdt. Stefanus Christian Haryono, Ph.D., dosen Spiritualitas Fakultas Teologi UKDW.
Diskusi menyoroti bagaimana riset lapangan yang dilakukan Koniherawati memberikan gambaran mendalam mengenai praktik produksi gerabah tradisional serta tantangan regenerasi perajin di Sambirata. Bedah buku ini sekaligus menjadi program perdana laboratorium dalam upaya memperluas jangkauan riset dan mendorong kolaborasi budaya dengan komunitas lokal.
Dalam pemaparannya, Koniherawati menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari penelitian panjang yang ia lakukan selama studi doktoral. Riset itu menekankan peran penting perempuan sebagai pewaris utama tradisi gerabah sekaligus penopang ekonomi keluarga. “Keseharian para perajin bukan hanya serangkaian pekerjaan rutin, tetapi merupakan wujud estetika dan spiritualitas yang menyatu dengan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dokumentasi budaya melalui buku ini menjadi krusial mengingat jumlah perajin di Sambirata terus menurun, sementara kerajinan tradisional kian terdesak oleh produk industri. Koniherawati berharap publikasi tersebut dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kembali nilai sosial, budaya, dan artistik dari gerabah desa.
Buku Suatu Hari di Sambirata juga dimanfaatkan sebagai rujukan dalam pengajaran di Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Jurusan Kajian Budaya, khususnya terkait metode pengamatan dan pengumpulan data lapangan. Peran Koniherawati sebagai akademisi UKDW mendapat perhatian karena risetnya tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya lokal.
Acara ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga keberlanjutan tradisi gerabah Sambirata melalui kolaborasi antara akademisi, lembaga budaya, dan masyarakat. “Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerja bersama agar tradisi yang diwariskan turun-temurun tidak berhenti di generasi ini,” kata Koniherawati.






