
Mahasiswa UKDW Kembangkan Sistem Pengingat Obat Otomatis untuk Lansia

Pengelolaan kesehatan lanjut usia (lansia) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal manajemen konsumsi obat. Sebagian besar lansia menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke ringan, dan gangguan hati, yang memerlukan pengobatan rutin dan teratur. Namun, hingga kini belum tersedia sistem pengingat dan distribusi obat yang terintegrasi dan efisien. Pencatatan obat umumnya masih dilakukan secara manual dan penyimpanannya pun seadanya, sehingga risiko kelalaian cukup tinggi.
Permasalahan ini ditemukan di Panti Wredha Mulya, berdasarkan hasil observasi tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Menyadari pentingnya solusi terhadap masalah ini, sekelompok mahasiswa yang terdiri dari Nicholas Dwinata, Stefani Hartanto, Angela Sekar Widelia, dan Ivan Roberto Halim mengembangkan sistem aplikasi dan alat berbasis IoT yang berfungsi sebagai pengingat otomatis waktu konsumsi obat.
Ketua tim, Nicholas Dwinata, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendukung tema Kesehatan dan Gizi Masyarakat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun 2025. Tim mengusulkan integrasi sistem pengingat obat otomatis berbasis aplikasi dan perangkat IoT berupa alarm digital untuk membantu pengelolaan obat lansia secara lebih efisien.
“Program ini bertujuan membantu petugas di Panti Wredha Mulya dalam menangani lansia secara lebih efektif melalui sistem pengingat obat otomatis. Solusi ini dirancang secara sistematis agar dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi mitra. Dengan sistem ini, diharapkan petugas dapat memastikan lansia mengonsumsi obat sesuai jadwal,” terang Nicholas.
Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pencatatan jenis obat, dosis, serta jadwal konsumsi. Sistem akan memberikan pengingat otomatis melalui notifikasi dan alarm pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu, perangkat IoT yang dikembangkan memungkinkan lansia dan petugas panti menerima peringatan visual maupun suara, sehingga meminimalkan kelalaian dalam pemberian obat.
Inovasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Informatika UKDW ini berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dalam skema PKM-PM 2025.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Seluruh anggota tim bekerja sama dengan kompak, pembagian tugas berjalan baik, dan kami saling mendukung dalam penyusunan proposal serta pengumpulan dokumen yang dibutuhkan,” ungkap Nicholas.
Keberhasilan tim ini tidak terlepas dari bimbingan Danny Sebastian, S.Kom., M.M., M.T., Dosen Prodi Informatika UKDW, yang memberikan arahan teknis dan non-teknis selama proses pengembangan program.
Dengan sistem ini, diharapkan pengelolaan kesehatan lansia di panti wreda dapat menjadi lebih terstruktur dan efisien, serta mengurangi risiko kesalahan dalam pemberian obat. Tim juga berencana mengimplementasikan sistem ini secara langsung di Panti Wredha Mulya.



