
Inovasi Jam Tangan Unik dari Bonggol Jagung, Karya Mahasiswa UKDW yang Siap Mendunia
Berangkat dari ide sederhana untuk menciptakan produk fashion berkelanjutan, ABHINAYA, sebuah brand kreatif karya mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), sukses menghadirkan inovasi jam tangan unik berbahan dasar kombinasi limbah bonggol jagung dan kayu—material yang belum banyak dimanfaatkan namun memiliki potensi besar dalam industri kreatif.
Selama ini, bonggol jagung hanya dianggap sebagai limbah pertanian. Namun, melalui riset dan serangkaian eksperimen sejak tahun 2023, ABHINAYA berhasil mengolah material ini menjadi bahan baku alternatif yang kuat dan estetis. Kombinasi tekstur alami bonggol jagung dan kayu menciptakan tampilan jam tangan yang unik dan berkarakter. Hasilnya, pada tahun 2024, ABHINAYA merilis dua koleksi perdana, yaitu Seri Abhimana dan Seri Abhimanyu.
Koleksi awal ini mendapat sambutan positif dari publik—sebanyak 25 unit pertama terjual dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, ABHINAYA juga dipercaya menjadi merchandise resmi dalam perayaan Dies Natalis UKDW, menandai langkah awal yang menjanjikan bagi brand ini.
Inovasi yang diusung ABHINAYA diperkuat oleh kajian akademik melalui jurnal berjudul “Desain Produk Jam Tangan Berbahan Baku Bonggol Jagung”, yang menjadi dasar pengembangan material berkelanjutan. Komitmen terhadap keberlanjutan inilah yang mendorong ABHINAYA terus tumbuh dan berinovasi. Puncaknya, pada tahun 2025, tim mahasiswa Desain Produk UKDW—yang terdiri dari Theodora Anggun Chintyaamora, Eleonora Bintang Dahayu Prabasari, dan Galuh Setyawan Supatno—berhasil membawa ABHINAYA meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) kategori Usaha Bertumbuh. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Mengusung Misi Sosial dan Lingkungan
ABHINAYA tidak sekadar menghadirkan produk inovatif, tetapi juga membawa misi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan prinsip upcycling, ABHINAYA berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengolahan limbah bonggol jagung menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperpanjang siklus hidup material yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Serta SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan melibatkan pengrajin lokal dan petani jagung dalam rantai produksi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas UMKM di sektor kreatif.
Dosen pembimbing tim ABHINAYA, Marcellino Aditya Mahendra, S.Ds., M.Sc., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian mahasiswa bimbingannya. “Ini adalah buah dari dedikasi dan semangat juang yang luar biasa. Dari ide mengolah bonggol jagung menjadi jam tangan eksentrik, kini mereka siap naik kelas dengan model bisnis yang matang,” ujarnya.
Sementara itu, Theodora Anggun Chintyaamora, Ketua Tim ABHINAYA, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterima. “Kami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak, mulai dari dosen pembimbing hingga unit kampus. Pendanaan P2MW ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk membawa ABHINAYA tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.”
Kolaborasi solid antaranggota tim menjadi bukti bahwa karya mahasiswa dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Menuju Masa Depan yang Lebih Berkelanjutan
Ke depan, ABHINAYA berkomitmen untuk terus memperluas eksplorasi material alami lainnya, memperkaya koleksi jam tangan, serta memperluas jangkauan pasar. Brand ini ingin membuktikan bahwa inovasi berbasis limbah organik dapat menjadi solusi desain masa depan yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan dampak sosial melalui pemberdayaan komunitas lokal.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, ABHINAYA siap membawa cerita lokal Indonesia menuju panggung global, mewakili generasi muda kreatif yang peduli akan masa depan bumi.




