
UKDW Jajaki Kerja Sama dengan Sido Muncul untuk Perkuat Riset Herbal dan Saintifikasi Jamu

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk untuk memperkuat riset herbal, saintifikasi jamu, dan pengembangan produk berbasis kekayaan hayati Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi yang berlangsung di kantor Sido Muncul dan diterima langsung oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat.
Rombongan UKDW dipimpin Rektor UKDW, Wiyatiningsih, didampingi Dr. Aniek Prasetyaningsih dari Fakultas Bioteknologi serta Christina Angelina dan Adhimas Yudistira dari Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan produk herbal yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian jamu sebagai kekayaan budaya Indonesia. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat hilirisasi hasil riset akademik agar dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Rektor UKDW, Wiyatiningsih, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan langkah penting untuk mempercepat pengembangan riset yang berdampak. “Kami melihat potensi besar untuk membangun kolaborasi yang saling menguatkan antara dunia akademik dan industri. Melalui kerja sama ini, hasil-hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam skema yang sedang dijajaki, dosen dan peneliti UKDW berpeluang memanfaatkan fasilitas laboratorium serta infrastruktur penelitian milik Sido Muncul untuk mendukung penelitian terapan, pengujian, hingga pengembangan produk herbal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk herbal Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Selain membahas peluang kerja sama, UKDW juga mengundang Irwan Hidayat sebagai narasumber utama dalam Festival Jamu Nusantara 2026 yang akan diselenggarakan pada 16–17 Juli 2026 di Kampus UKDW Yogyakarta.
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat direncanakan membawakan materi bertajuk “Hilirisasi Jamu: Dari Kekayaan Alam dan Tradisi Menuju Pasar Global.” Kehadirannya diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai strategi pengembangan jamu Indonesia agar mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai tradisionalnya.
Festival Jamu Nusantara merupakan bagian dari komitmen UKDW untuk mendukung pelestarian dan pengembangan jamu sebagai warisan budaya bangsa. Setelah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, jamu semakin dipandang tidak hanya sebagai produk kesehatan tradisional, tetapi juga sebagai representasi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya Indonesia.
Melalui festival ini, UKDW ingin mendorong peran akademisi, peneliti, dan industri dalam memperkuat saintifikasi jamu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya hayati yang berkelanjutan.
Berbagai kegiatan akan meramaikan Festival Jamu Nusantara 2026, di antaranya Expo Jamu Nusantara yang mencakup pameran produk, workshop, dan pemeriksaan kesehatan lansia, Seminar Nasional Jamu, Lomba Duta Jamu, Lomba Infografis, serta peresmian Pojok Jamu dan Taman Jamu di lingkungan kampus UKDW.
Melalui penjajakan kerja sama ini, UKDW berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan Sido Muncul untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan herbal Indonesia. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan jamu yang semakin relevan, terpercaya, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas di masa depan. [lia]



