
51 Mahasiswa UKDW Rampungkan KKN Tematik Inklusif di SLB Negeri Pembina Yogyakarta
Selama hampir empat bulan mendampingi siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Pembina Yogyakarta, puluhan mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar tentang empati, kesabaran, dan makna pendidikan inklusif. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari KKN Tematik Inklusif UKDW yang resmi ditutup melalui kegiatan penarikan mahasiswa pada Senin (15/6/2026).
Program yang berlangsung sejak Maret hingga Juni 2026 ini merupakan kolaborasi antara KKN Tematik Inklusif UKDW dan Mata Kuliah Studio Desain Produk Inklusif. Sebanyak 51 mahasiswa dari berbagai program studi berkolaborasi dengan 16 mahasiswa Desain Produk untuk mendampingi kegiatan pembelajaran vokasi di SLB Negeri Pembina Yogyakarta.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Kedokteran, Informatika, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Biologi, Studi Humanitas, Arsitektur, dan Desain Produk. Mereka mendampingi para siswa di berbagai kelas vokasi, mulai dari tata busana, tata kecantikan, tata boga, tata graha, hortikultura, membatik, otomotif, teknologi informasi dan komputer (TIK), logam dan lukis, perkayuan, hingga pembuatan souvenir.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pendidikan inklusif sekaligus berkontribusi dalam pengembangan kegiatan pembelajaran vokasional bagi para siswa.
Kegiatan penarikan dihadiri oleh Rektor UKDW Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina Yogyakarta Nur Khasanah, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY Muhammad Setiadi, S.Pt., M.Acc., Kepala LPPM UKDW Dr. Freddy Marihot Rotua Nainggolan, S.T., M.T., IAI., serta Koordinator KKN Tematik Inklusif UKDW Winta Tridhatu Satwikasanti, S.Ds., M.Sc., Ph.D.
Dalam sambutannya, Wiyatiningsih mengapresiasi komitmen para mahasiswa selama mengikuti program. Menurutnya, pengalaman belajar dan berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus menjadi bekal berharga yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.
“Mahasiswa yang mengikuti program ini telah menunjukkan komitmen dan kepedulian yang luar biasa. Pengalaman mendampingi siswa di lingkungan pendidikan inklusif akan menjadi pembelajaran penting yang membentuk karakter dan kepekaan sosial mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Khasanah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UKDW selama program berlangsung. Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa energi baru, kreativitas, dan semangat belajar yang positif bagi lingkungan sekolah.
“Teman-teman mahasiswa tidak sekadar datang untuk menjalankan tugas. Mereka hadir dengan hati, mau belajar, dan sabar mendampingi anak-anak kami. Kehadiran mereka memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa maupun sekolah,” katanya.
Pengalaman berkesan juga dirasakan oleh Kezia Angelina, mahasiswa Program Studi Desain Produk yang bertugas di Rombel Logam dan Lukis. Ia mengaku sempat menghadapi tantangan saat pertama kali berinteraksi dengan siswa penyandang disabilitas intelektual, termasuk siswa autis dan down syndrome.
Namun, seiring berjalannya waktu, Kezia dan tim mampu membangun komunikasi yang baik dengan para siswa. Selain belajar berinteraksi, mereka juga mempelajari teknik embossing logam yang menjadi salah satu kegiatan utama di rombel tersebut.
“Kami banyak belajar dari guru dan siswa. Awalnya memang menantang, tetapi akhirnya kami bisa berbaur dan bekerja bersama mereka. Pengalaman belajar mengembos logam menjadi salah satu hal yang paling membekas bagi kami karena prosesnya menantang dan hasilnya sangat memuaskan,” tutur Kezia.
Ia berharap inovasi produk yang dikembangkan selama program dapat mendukung proses pembelajaran vokasi di Rombel Logam dan Lukis pada masa mendatang.
Melalui KKN Tematik Inklusif, UKDW terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memperkaya pengalaman mahasiswa dalam memahami keberagaman, membangun empati, serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat. [dhimas]
Tag:Inklusif, kkn, kkn tematik, SLB N Pembina







