
Tim Triple A UKDW Raih Juara 1 Solve-It Challenge 2026 Lewat Inovasi AI Applify
Tim Triple A (AI Agent Addict) dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi nasional Solve-It Challenge 2026 yang diselenggarakan Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Tim ini memenangkan kompetisi berkat Applify, inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang membantu pencari kerja menemukan lowongan dan melamar pekerjaan secara lebih efektif.
Pengumuman pemenang dilakukan pada babak final yang berlangsung secara hybrid di UKRIDA, Jakarta, pada 13 Juni 2026. Tim Triple A terdiri atas mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Hans Gunawan, serta mahasiswa Prodi Manajemen Natalie Netania Sulistio dan Adela Egie Praswitya.
Solve-It Challenge 2026 merupakan kompetisi ide bisnis tingkat nasional yang mengusung tema Lead to Impact. Kompetisi ini mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi.
Hans menjelaskan bahwa Applify lahir dari keresahan banyak pencari kerja yang harus mencari lowongan di berbagai platform, menyesuaikan dokumen lamaran untuk setiap posisi, serta menghadapi sistem penyaringan otomatis perusahaan yang kerap menjadi hambatan pada tahap awal seleksi.
“Applify kami rancang untuk membantu pencari kerja menemukan lowongan yang relevan, mengoptimalkan CV agar sesuai dengan sistem seleksi perusahaan, menyusun surat lamaran yang dipersonalisasi, hingga membantu proses pengiriman lamaran dalam satu platform terpadu,” ujarnya.
Melalui teknologi AI, Applify mengumpulkan informasi lowongan dari berbagai platform pekerjaan dan memeringkatnya berdasarkan tingkat kecocokan dengan profil pengguna. Sistem juga memberikan rekomendasi peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri serta memungkinkan pengguna memantau seluruh proses lamaran melalui satu dasbor.
Salah satu keunggulan Applify terletak pada penerapan konsep Human-in-the-Loop, yaitu mekanisme yang memastikan pengguna tetap memiliki kendali penuh atas setiap proses lamaran. Seluruh dokumen dan tindakan yang dihasilkan AI harus mendapatkan persetujuan pengguna sebelum dikirim kepada perusahaan.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Triple A tidak hanya mempresentasikan produk, tetapi juga menyusun berbagai dokumen pendukung, mulai dari Lean Canvas atau kerangka perencanaan bisnis, studi kelayakan usaha, proyeksi keuangan, hingga analisis keberlanjutan bisnis. Kesiapan tersebut menjadi nilai tambah dalam penilaian yang mencakup kesesuaian masalah dan solusi, model bisnis, dampak sosial, serta kelayakan implementasi.
Hans berharap Applify dapat membantu lebih banyak pencari kerja, terutama lulusan baru yang sering menghadapi berbagai kendala dalam proses rekrutmen.
“Applify saya bangun untuk membuka akses kerja yang lebih setara, terutama bagi teman-teman fresh graduate yang belum memiliki jaringan atau akses luas dalam mencari pekerjaan. Saya berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan membantu lebih banyak orang menemukan pekerjaan yang sesuai dengan potensi mereka,” katanya.
Ke depan, Hans akan mengembangkan Applify lebih lanjut sebagai bagian dari penelitian skripsinya di Prodi Sistem Informasi UKDW. Tim Triple A juga membuka peluang kolaborasi dan pendanaan agar inovasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Prestasi ini menambah daftar capaian mahasiswa UKDW di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen UKDW dalam mendorong lahirnya inovasi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak sosial yang nyata. [mpk]
Tag:AI, Inovasi, Lowongan Kerja, manajemen, sistem informasi, ukdw





