
Dosen Bioteknologi Ikuti Women’s Leadership in Asia 2026, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Forum Internasional
Komitmen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam mendukung pengembangan kepemimpinan perempuan kembali terlihat melalui partisipasi dosen Fakultas Bioteknologi UKDW, Catarina Aprilia Ariestanti, S.T.P., M.Sc., dalam program internasional Women’s Leadership in Asia (WoLA) 2026.
Program yang mengangkat tema “Breaking Barriers, Building Futures” tersebut diselenggarakan secara daring pada 11–21 Mei 2026 oleh United Board for Christian Higher Education in Asia (UB-CHEA) bersama Ewha Womans University, Korea Selatan.
Catarina mengikuti kegiatan ini melalui skema beasiswa bersama 40 peserta dari 13 negara dan 28 institusi. Forum ini membahas berbagai isu kepemimpinan perempuan dan gender equality dalam pendidikan maupun masyarakat global.
Berbagai materi dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari feminist leadership, gender & AI, relational leadership, sustainable resilience, leadership for safety, hingga transformative leadership. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami tantangan perempuan di tengah stereotip gender dan tuntutan peran sosial yang terus berkembang.
Dalam program tersebut, UKDW turut berpartisipasi sebagai volunteer pada sesi sustainable resilience. Catarina mengangkat keterkaitan antara resiliensi dan konsumsi pangan dari perspektif teknologi pangan.
Melalui materi pembuka nourishing resilience, peserta diajak merefleksikan pentingnya asupan gizi sebagai fondasi kesehatan dan ketahanan diri. Pembahasan ini tidak hanya menyoroti aspek teknologi pangan, tetapi juga mengaitkannya dengan tantangan sosial dan stereotip terhadap perempuan di era modern.
Setiap sesi menghadirkan pemimpin perempuan dari berbagai negara dan bidang profesi. Selain mengikuti diskusi kelompok, peserta juga menuliskan refleksi harian melalui learning diary untuk memperkuat pemahaman yang aplikatif.
Menurut Catarina, program ini memberikan manfaat besar dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran mengenai berbagai perkembangan global dari perspektif perempuan.
“Forum seperti WoLA membantu saya melihat dunia yang lebih luas dari sudut pandang perempuan di dunia akademik. Melalui kegiatan ini, kami saling berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain bahwa gender inequality merupakan persoalan nyata yang disadari atau tidak, memengaruhi kehidupan sehari-hari. Namun, perempuan tidak berjalan sendiri. Kita perlu berani memberdayakan diri dan memanfaatkan kesempatan di sekitar kita untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Pada hari terakhir, WoLA menghadirkan sejumlah pemimpin perempuan internasional, yaitu Dr. Gisela D.A. Luna dari Trinity University of Asia, Filipina, Dr. J. Princi Merlin dari Bishop Heber College, India, dan Dr. Sunmee Choi dari Vin University, Vietnam. Ketiganya membagikan pengalaman mengenai tantangan, pengorbanan, dan upaya menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan keluarga dalam perjalanan kepemimpinan mereka.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan action plan dalam collaborative future action groups. UKDW tergabung dalam kelompok sustainable leadership yang membahas pentingnya membangun kepemimpinan berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri, termasuk melalui perhatian terhadap kesehatan mental dan keseimbangan peran personal maupun profesional.
Partisipasi dalam Women’s Leadership in Asia 2026 menegaskan komitmen UKDW dalam mendukung inklusivitas, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan sivitas akademika agar mampu berkontribusi dalam forum global melalui kepemimpinan, kolaborasi, dan pemikiran transformatif. [FBio/CAA]





