
UKDW dan BPD HIPMI DIY Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Wirausaha Lewat MonsoonSIM
Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bekerja sama dengan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) DIY menggelar kegiatan bertajuk Praktik Baik Implementasi MonsoonSIM untuk Peningkatan Kapasitas Wirausaha, pada Jumat, 26 September 2025.
Kegiatan ini bertujuan mempertemukan dunia akademik dan dunia bisnis, sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda akan pembelajaran kewirausahaan yang kontekstual dan berbasis teknologi digital.
Acara dibuka oleh Dekan FTI UKDW, Restyandito, S.Kom., MSIS., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas fakultas dan mitra eksternal. Ia menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri digital. “MonsoonSIM adalah simulator proses bisnis, mulai dari pemesanan produk hingga penyimpanan di gudang. Ini menjadi kesempatan baik bagi mahasiswa untuk memahami proses nyata. Bahkan model simulasi ini bisa dilombakan layaknya game,” ujar Restyandito.
Dua narasumber turut hadir dalam acara ini, yakni Jadid Purwaka Aji dan Dr. Anthon Stevanus T. Jadid memperkenalkan The CEO Experience, program simulasi bisnis berbasis gamifikasi yang memungkinkan peserta mengelola perusahaan virtual dan mengambil keputusan strategis dalam lingkungan yang bebas resiko. Ia menekankan pentingnya menjembatani dunia bisnis dan akademisi, serta menyoroti dua tipe pengusaha di Indonesia. Mereka yang sudah sukses namun enggan beradaptasi, serta yang idealis namun kurang memahami realitas bisnis. “Bisnis tidak bisa dijalankan sembarangan. Harus ada pertimbangan matang dalam setiap keputusan,” tegas Jadid.
Sementara itu, Dr. Anthon Stevanus T. membahas tantangan dan peluang dalam era Industri 4.0. Ia menyoroti menyoroti sembilan teknologi utama, termasuk system integration. Ia menekankan bahwa masa depan industri ada pada ERP (Enterprise Resource Planning), sistem yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis. “Banyak orang bisa memakai aplikasi perkantoran, tapi sedikit yang menguasai sistem di baliknya. Padahal, kompetensi ERP sangat dibutuhkan di dunia industri,” jelasnya. Ia juga mempraktikkan penggunaan MonsoonSIM sebagai alat pembelajaran interaktif bagi mahasiswa dan pelaku UMKM.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret dari FTI UKDW dan BPD HIPMI DIY dalam membangun jembatan antara teori akademik, praktik bisnis, dan pemanfaatan teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis dari dosen dan praktisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui simulasi bisnis yang memungkinkan mereka menganalisis proses secara mendalam dan menyeluruh.
Acara ini sekaligus menegaskan komitmen UKDW untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta mempersiapkan mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang tangguh dan adaptif.
Implementasi MonsoonSIM diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara dunia kampus, dunia usaha, dan sektor teknologi, serta mencetak generasi wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di era digital. [beatrice]







