
Kolaborasi Nasional, UKDW Siap Bangun Negeri
Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat, yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Rakornas menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhaimin Iskandar, serta ratusan pimpinan perguruan tinggi, kementerian terkait, dan perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menuntaskan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan. Ia mengungkapkan, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia saat ini masih mencapai 3,1 juta jiwa.
“Kemiskinan harus kita tuntaskan menjadi nol persen pada tahun 2026. Kolaborasi lintas sektor, khususnya di pedesaan, adalah pekerjaan serius yang membutuhkan peran luar biasa dari semua pihak,” tegasnya.
Salah satu agenda utama Rakornas adalah deklarasi komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi pemberdayaan masyarakat di lebih dari 20.000 desa. Inisiatif ini sejalan dengan amanat Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Abdul Haris, dalam pembukaan forum menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah kunci. Bila perguruan tinggi berperan aktif dalam membangun desa, dampaknya akan terasa luas dan merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Rakornas juga dirangkai dengan pelaksanaan Innovilleague, kompetisi nasional gagasan inovatif pemberdayaan masyarakat bagi mahasiswa, yang diinisiasi oleh Kemenko PMK. Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 482 tim yang terdiri dari 1.894 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Delapan tim terbaik terpilih untuk mempresentasikan ide mereka secara langsung di hadapan forum dan menerima penghargaan.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Kemenko PMK, Forum Rektor Indonesia (FRI), dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Rakornas mengusung tema: “Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Tridarma Perguruan Tinggi.”
Selain kuliah umum dan deklarasi komitmen, Rakornas juga menghadirkan diskusi panel yang melibatkan perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, antara lain:
- Panel Barus – Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi
- Samsul Widodo – Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemendes PDT
- Mira Riyati Kurniasih – Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kementerian Sosial
- Tigor Pangaribuan – Deputi Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional
- Pristiyanto – Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok Usaha Mikro, Kementerian UMKM
Melalui forum ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial, terutama dalam menjawab tantangan ketimpangan pembangunan dan kemiskinan di wilayah-wilayah tertinggal. [mpk]




