
Student Camp LK-PTKI 2025: Persiapkan Kepemimpinan Mahasiswa Kristen

Kepemimpinan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Kristen memegang peran strategis, tidak hanya dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga dalam pembentukan karakter, nilai-nilai, dan pola pikir para pemimpin masa depan. Di tengah dinamika dan tantangan zaman, kepemimpinan mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menguasai keterampilan manajerial, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai Kristiani.
Hal tersebut menjadi pokok perhatian dalam Student Camp Lembaga Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (LK-PTKI) yang diselenggarakan pada 1–4 Juli 2025 di Omah Babadan, Asrama Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta. Dalam pelaksanaan perdananya, UKDW mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan ini.
Vionita Angelin Simanjuntak, S.Fil., selaku Koordinator Student Camp, menyampaikan bahwa tema yang diusung pada tahun ini adalah “Kepemimpinan Mahasiswa Kristen yang Kolaboratif dan Berdampak.” Kegiatan ini diikuti oleh 49 mahasiswa dari 17 Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia, antara lain: UKDW, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Institut Teknologi DEL, STIKES Bethesda Yakkum, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel, Universitas Ciputra, Universitas Dhyana Pura, Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maluku, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Kristen Petra, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Kristen Wira Wacana, dan Universitas Pelita Harapan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Student Camp, diselenggarakan pula berbagai workshop yang berfokus pada kepemimpinan dalam konteks lembaga kemahasiswaan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta agar mampu menjadi pemimpin yang memberi teladan, melayani dengan ketulusan, dan membangun kolaborasi yang positif, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, peserta Student Camp berkesempatan mengikuti outreach program dengan mengunjungi organisasi kemasyarakatan di Balai Kampung Pedak Baru, Bantul. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung untuk berinteraksi dan melayani komunitas secara nyata. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu membangun kolaborasi lintas pihak, memahami aspirasi masyarakat, serta merancang aksi yang berdampak dan berkelanjutan.
“Student Camp ini menjadi sarana memperkuat jejaring mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan yang berakar pada iman Kristiani. Kepemimpinan sejati lahir dari hati yang siap bergerak, berbagi, dan terus belajar untuk memberi dampak nyata bagi sesama,” pungkas Vionita.



