UKDW dan PolyU: Kolaborasi Global untuk Pemberdayaan Komunitas Lokal
Di tengah arus globalisasi yang semakin pesat, perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan untuk tetap kompetitif sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menjawab tantangan ini, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengambil langkah konkret melalui program International Service-Learning (ISL). Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman global sekaligus memberikan kontribusi langsung bagi pengembangan komunitas lokal.
Pada Juli 2025, UKDW menjalin kerja sama dengan The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) dalam melaksanakan tiga program ISL, yaitu ISL-Health, ISL-Electrical and Electronic Engineering (EEE), dan ISL-Eye Care. Ketiga program tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat lokal dengan memanfaatkan kebijaksanaan lokal serta fokus pada pemberdayaan lansia dan pemanfaatan sumber daya alam.
ISL-Health: Memberdayakan Komunitas Lansia
Program ISL-Health diselenggarakan pada tanggal 7-18 Juli 2025 di lima dusun di Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Program ini melibatkan 30 mahasiswa UKDW, 21 mahasiswa PolyU, serta dua dosen dari masing-masing universitas. Dr. Freddy Marihot Rotua Nainggolan, S.T., M.T., IAI., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UKDW, menjelaskan bahwa lokasi program dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan program pemerintah setempat serta potensi dan kebutuhan masyarakat Argosari.
“Program ISL-Health ini mendukung berbagai inisiatif yang sudah ada di Kapanewon Sedayu, seperti pemeriksaan kesehatan rutin untuk lansia, latihan fisik, pengoptimalan layanan kesehatan berbasis masyarakat, serta edukasi tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga dengan teknologi sederhana,” kata Dr. Freddy. Program ini bertujuan menggali dan memperkuat potensi masyarakat, terutama dalam bidang perawatan lansia dan pemanfaatan sumber daya lokal.
ISL-EEE: Meningkatkan Literasi Digital di Kalangan Pelajar
Program ISL-Electrical and Electronic Engineering (EEE) dilaksanakan pada tanggal 19-28 Juli 2025 di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan literasi digital di kalangan siswa. Sebanyak 20 mahasiswa UKDW, 27 mahasiswa PolyU, serta sejumlah dosen dari kedua universitas turut terlibat dalam program ini. Program ini mengajarkan teknologi informasi dasar, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer, internet, serta topik lanjutan seperti pemrograman, robotika, dan kecerdasan buatan.
Melalui workshop interaktif, 172 siswa kelas 8 dan 9 SMP Pangudi Luhur 1 diberikan pemahaman mengenai dunia digital yang terus berkembang. Sebagai bagian dari kegiatan ini, diadakan juga IT Fun Fair untuk menampilkan hasil karya siswa berupa mobil robot, game, aplikasi, dan situs web yang dikembangkan sendiri.
ISL-Eye Care: Menjaga Kesehatan Mata Masyarakat
Program ISL-Eye Care dilaksanakan di empat sekolah dasar di Yogyakarta, yaitu SD Teruna Bangsa, SD Kalam Kudus, SD Pangudi Luhur, dan Lintang Songo Islamic Boarding School. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mata, dengan menyediakan layanan promotif, preventif, dan kuratif. Dalam program ini, 994 siswa dan anggota komunitas mendapat edukasi tentang kesehatan mata, pemeriksaan mata gratis, serta pembagian kaca mata bagi yang membutuhkan.
Melalui pendekatan berbasis sekolah, program ini juga mengidentifikasi kesalahan refraksi pada anak usia sekolah dan memberikan intervensi yang tepat guna mencegah masalah penglihatan yang lebih serius di kemudian hari. Pemeriksaan mata secara rutin, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan, terutama pada anak-anak.
Kolaborasi Global yang Memberikan Dampak Positif
Kerja sama antara UKDW dan PolyU tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kedua universitas dalam menerapkan ilmu mereka di lapangan. Sean Leung, staf di Service-Learning and Leadership Office PolyU, menjelaskan bahwa pemilihan UKDW sebagai mitra didasari pada pengalaman panjang UKDW dalam mengimplementasikan program ISL.
“Sejak 2012, PolyU telah menekankan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa dengan mengintegrasikan studi akademik dengan keterlibatan masyarakat. Kami memilih UKDW karena mereka telah memiliki pengalaman yang luas dalam menjalankan program ISL, dan mereka telah terbukti efektif dalam melibatkan komunitas Indonesia,” ujar Sean.
Sean juga menambahkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan dampak jangka panjang. “Kami berharap program ISL ini dapat memberdayakan masyarakat lokal sehingga mereka dapat melanjutkan inisiatif yang telah dimulai. Keberlanjutan ini akan membuat dampaknya jauh lebih besar,” tambahnya.
Kolaborasi antara UKDW dan PolyU melalui program ISL ini berhasil menggabungkan aspek pendidikan, teknologi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kesatuan yang saling mendukung. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Yogyakarta, program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam dunia yang semakin terhubung. Dengan semangat untuk melayani dan berbagi ilmu, UKDW dan PolyU telah berhasil menjembatani berbagai perbedaan budaya serta memperkuat hubungan antar komunitas di tingkat internasional.



