
UKDW & Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Limbah Tutup Botol Jadi Souvenir Bernilai
Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjalin kerja sama strategis dengan Kampung Wisata Cokrodiningratan dan Lelaku Studio melalui sebuah kegiatan bertajuk Co-Design Workshop: Eco-Gift Berbahan Tutup Botol Bekas. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 19 Agustus 2025 di Pendopo Kelurahan Cokrodiningratan dan melibatkan masyarakat serta komunitas setempat, termasuk bank sampah.
Workshop ini bertujuan mengembangkan potensi wisata lokal dengan menghadirkan souvenir berbasis daur ulang yang ramah lingkungan. Tutup botol plastik bekas dipilih sebagai bahan utama, sekaligus untuk mendorong kesadaran akan pengelolaan limbah dan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Kegiatan dibuka oleh Kristian Oentoro, S.Ds., M.Ds., Dosen Desain Produk UKDW, yang menyampaikan rangkaian acara serta tujuan kolaborasi ini. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan dokumen kerja sama antara Prodi Desain Produk UKDW dengan Kampung Wisata Cokrodiningratan (Kasaningrat), sebagai langkah awal kerja sama jangka panjang.
Kepala Program Studi Desain Produk UKDW, Winta T. Satwikasanti, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya memperkenalkan visi dan fasilitas program studi, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Ia menutup sambutannya dengan tembang macapat yang sarat makna nilai luhur dan kerja sama.
Ketua Kasaningrat, Ambarwati, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan Kampung Wisata Cokrodiningratan lebih kreatif, inovatif, dan mandiri. Ia berharap, melalui workshop ini, produk souvenir berbasis limbah dapat menjadi ciri khas sekaligus daya tarik wisata yang baru bagi Kampung Wisata Cokrodiningratan.
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Bagaskoro, S.T., M.Eng., turut hadir dan menyampaikan pentingnya souvenir dalam pengembangan citra kampung wisata. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjangkau sektor-sektor kreatif lainnya, termasuk kuliner.
Sesi workshop dipandu oleh tim dari Lelaku Studio, yang berbagi pengalaman serta teknik mengolah limbah tutup botol menjadi karya seni. Partisipasi aktif peserta terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti proses penciptaan souvenir secara langsung.
Salah satu peserta, Tri, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan kolaboratif semacam ini membuka ruang dialog dan inovasi lintas sektor yang berdampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi contoh konkret sinergi antara perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berbasis desain yang berkelanjutan dan berdampak nyata. [jonathan]






