"Education is the movement from darkness to light. (Allan Bloom)"


Berita UKDW


Berita UKDWRSS

TwitterFacebook

Jumat, 15 Juli 2016

KIPRAH BIOTEKNOLOGI UKDW KEMBANGKAN INNOVATIVE LEARNING

BIOTEKNOLOGI UKDW

KEMBANGKAN  INNOVATIVE LEARNING IN AGROBIOTECHNOLOGY AND ECOPRENEURSHIP KERJASAMA DENGAN UNITED BOARD

Dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, seorang pendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu kepada mahasiswa yang disampaikan secara searah, monoton dan membuat mahasiswa menjadi tidak antusias dalam belajar. Namun lebih dari itu seorang pendidik dituntut untuk dapat membuka pola pikir bahwa ilmu yang dipelajari memiliki kebermaknaan untuk hidup mereka sehingga dari ilmu tersebut, mampu merubah sikap, pengetahuan, dan keterampilan mereka menjadi lebih baik. Proses pembelajaran yang dikelola secara profesional, logis, menyenangkan serta dipadukan dengan pendekatan personal-emosional akan menjadi proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu setiap pendidik dituntut untuk berkreasi menciptakan metode pembelajaran yang baru sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Inovasi pembelajaran mutlak untuk terus dikembangkan, dimiliki dan dilakukan oleh setiap pendidik. Kemauan untuk mencoba menemukan, menggali dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru didalam proses pembelajaran.

 

Innovative learning, merupakan sebuah terobosan dalam metode pembelajaran bagaimana mahasiswa manganalisis permasalahan, mempelajari dinamika dan permasalahan yang dihadapai untuk dapat belajar lebih baik. Dengan mempelajari permasalahan yang dihadapi dan melalui Innovative learning diharapkan banyak inovasi pada berbagai tingkatan baik dalam 1) tingkatan  mikro (proses pendidikan) bagaimana proses pendidikan berlangsung menarik, menumbuhkan gairah mahasiswa untuk melakukan eksplorasi dan ivensi, 2) tingkatan meso, bagaimana proses pembelajaran mampu mengembangkan jejaring dan memberikan kontribusi praktis pada berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat serta 3) tingkatan makro pada terjadinya perubahan strategi dan implementasi dalam proses pembelajaran. Mempertimbangkan banyaknya keuntungan dalam implementasi Innovative learning dalam proses pembelajaran, maka Fakultas Bioteknologi UKDW bekerjasama dengan United Board mengembangkan Innovative Learning in Agrobiotechnology and Ecopreneurship yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Juli di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul.  Semenjak tahun 2007, Fakultas Bioteknologi UKDW bekerjasama dengan United Board, baik dalam pengembangan SDM, penyelenggaraan program service learning serta innovativ learning. United Board sebagai lembaga nirlaba yang berdomisili di Hongkong, mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan pendidikan bagi seluruh orang - intelektual, spiritual, dan etis. United Board berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Asia untuk bersama-sama mempersiapkan individu yang profesional untuk menjadi individu dapat melayani kepentingan masyarakat. Merespon tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perguruan tinggi untuk tidak sekedar eksis namun juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan model pembelajaran serta pembangungan di pedesaan.

Program pengembangan Innovative Learning In Agrobiotechnology And Ecopreneurship yang dikembangkan oleh Fakultas Bioteknologi UKDW, diketuai oleh Bapak Djohan MEM., Ph.D menawarkan metode pendidikan multidisiplin dan memelihara semangat kasih sayang, keadilan, rekonsiliasi, tanggung jawab sosial, dan saling menghormati antara tradisi keagamaan dan budaya. Program pengembangan Innovativ Learning mengambil berbagai permasalahan yang ada di desa Genjahan Kecamatan Ponjong yang secara geografis  mempunyai potensi sumberdaya air yang berlimpah sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sentra kawasan pertanian, perikanan dan ekowisata di Kabupaten Gunungkidul. Program ini diikuti oleh 9 Dosen Fakultas Bioteknologi dan melibatkan 50 mahasiswa yang mayoritas dari Indonesia Bagian Timur.  Program ini berlangsung mulai bulan Juni hingga Agustus 2016 yang terdiri dari 3 tahapan yaitu Observasi masalah, pembekalan dan penyusunan modul serta implementasi dilapangan. Pembekalan dilakukan tanggal 15 Juli 2016 dengan materi Kewirausahaan Sosial Masyarakat Desa dan Budaya serta Sistem Sosial Masyarakat.  Ada 9 modul yang dikembangkan dengan pendekatan Innovativ Learning, yaitu Pembenihan Ikan, Pembenihan Padi Hitam, Pertanian Organik, Pembuatan Biopestida, Pengujian Kualitas Air dan Pengolahan Makanan, Pengembangan Ekowisata dan Sistem Informasi Pedesaan. Melalui program ini diharapkan akan tersusun 9 modul pembelajaran baik dalam bentuk buku modul serta video pembelajaran. Proses penyusunan dan implementasi modul akan dilakukan di desa Genjahan, Kecamatan Ponjong pada tanggal 19 – 21 Juli. Selain itu juga akan dilakukan Workshop Prospek Pengembangan Usaha Budidaya Jamur yang akan diberikan oleh Dra. Aniek Prasetyaningsih, M.Si dan akan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari masyarakat desa Genjahan dan perwakilan siswa sekolah. Sebagai acara penutup dari rangkaian kegiatan ini akan dilakukan pentas budaya di Balai Desa Genjahan dengan atraksi kesenian lokal serta penampilan tari dari mahasiswa mewakili asal daerahnya.Pelibatan mahasiswa dalam proses pengembangan modul pembelajaran ini memberikan banyak manfaat seperti meningkatnya wawasan dan pengetahuan tentang potensi sumberdaya di kawasan pedesaan serta permasalahan-permasalahannya, mahasiswa mempunyai kemampuan untuk menganalisis permalahan bersama masyarakat dan menemukan solusi praktis berbasis iptek, selain itu mahasiswa juga mempunyai pengalaman berinteraksi dan bekerjasama dengan masyarakat serta ikut mengambil tanggungjawab memajukan masyarakat pedesaan.

Yogyakarta 15 Juli 2016

Koordinator Pelaksana

Djohan MEM., Ph.D